Cloud Hosting Indonesia Hosting Unlimited Indonesia

Cara Memandikan Jenazah Lengkap

cara-memandikan-jenazah

Assalamualaikum sobat sekalian, kali ini kita akan membahas mengenai cara memandikan jenazah lengkap dengan doa dan urutan pelaksanaannya. Bagi sobat yang ingin belajar silahkan disimak lebih lanjut.

Sobat pernah memegang mayat? Sobat mau belajar memandikan jenazah? Zaman sekarang mencari tukang mandi mayat itu gampang-gampang susah sob. Maka dari itu menjadi pemandi mayat termasuk pekerjaan dunia akhirat.

Di era covid-19 seperti ini apabila meninggal dunia maka agak ribet sob memandikannya. Walaupun meninggalnya di rumah dan tidak ada ciri-ciri covid, atau hasil rapid test dan swab negatif, tetap kita yang bertugas memandikannya perlu perlindungan diri atau dalam bahasa medisnya Alat Pelindung Diri (APD).

Minimal kita tidak ketularan penyakit bawaan mayitnya. Kalau kita yang ketularan nanti tambah ribet kan. Jadi nggak ada salahnya kita jaga-jaga diri sebelum menolong orang lain.

Dalam memandikan jenazah sebenarnya siapa saja bisa menjadi tukang mandi jenazah. tetapi ada syarat-syaratnya sob.

Syarat pertama harus berani.. ๐Ÿ˜€ dan syarat yang kedua yaitu bisa menjaga aib mayat.

Umumnya orang yang berprofesi sebagai pemandian mayat harus bisa menjaga mulutnya dari menggibah atau membicarakan kejelekan mayat ataupun kondisi mayat ketika meninggal. Ini sangat penting karena apabila kejelekannya tersebar seantero kampung, maka kita yang pertama yang akan dituntut oleh keluarganya dan juga Allah taโ€™ala di akhirat nanti.

Ini syarat utama sob.. Maka sebagai petugas pemandian jenazah jangan suka gibah.

Menyelenggarakan mayit itu hukumnya fardhu kifayah, yang artinya kewajiban yang apabila dilaksanakan oleh sebagian orang maka lepaslah dosa seluruh kampung atau desa tersebut. Bagian-bagian kewajiban menyelenggarakan jenazah yaitu ada 4.

  1. Memandikan
  2. Mengkafani
  3. Mensholatkan/menyembahyangkan
  4. Menguburkan

Mari kita fokus pada hal yang pertama yaitu MEMANDIKAN.

Sebelum dimandikan mari kita persiapkan alat-alatnya sob.

Persiapan Alat

  • APD (Alat Pelindung Diri)

Untuk APD walaupun ini mayat bukan covid-19 tetapi sangat dianjurkan kita untuk memakainya.

Yang diperlukan yaitu sarung tangan, sepatu bot, apron/pelindung dada dari percikan air mayat dan masker.

sarung tangan medis lebih baik untuk memandikan mayat sob.. (foto pinjem shoope.co.id)
masker N-95 atau sejenis dan tutup kepala
Apron plastik sekali pakai.
sepatu bot

Kalau semuanya alat pelindung diri ini tidak ada maka tidak mengapa. Akan tetapi apabila telah selesai memandikan mayat, mandilah menggunakan sabun anti kuman sob.ย 

  • Tempat mandi mayit.

Ini harus ditempat tertutup baik didalam kamar atau diruang belakang yang mudah untuk mengalirkan air. Apabila ditempat terbuka maka diberi dinding untuk menghindari terlihatnya aurat mayit ketika dimandikan.

  • Tempat meletakkan mayit untuk mandi
keranda mandi mayat
keranda tempat mandi (foto pinjam di tokopedia.com)

Ini kalau di kampung atau desa pedalaman biasanya memakai batang pisang yang dipotong menjadi 5 bagian untuk menopang tubuh mayit. Tetapi sekarang setiap rukun kematian sudah memiliki keranda untuk meletakkannya supaya lebih mudah dan air mengalir kesatu arah.

  • Air

Ini penting sob. Air jangan sampai kosong ketika memandikan. Persiapkan kran air dan penampungannya baik ember besar/ baskomย  3 buah beserta gayung nya 3 buah.

Air yang harus ada:

baskom pertama isinya air sabun,

baskom kedua isinya air biasa,

baskom ketiga isinya air kapur barus.

Air tambahan (kalau tidak ada tidak usah dicari): air perasan pandan, air kembang.

  • Kain untuk mandi

Bisa berupa kain yang panjang, untuk menutup mayit ketika mandi dan handuk bersih untuk mengelap tubuh mayit.

  • Kelengkapan lainnya

Ini juga penting sob. Sediakan kapas, gunting, dan minyak wangi.

Sekarang bila semua sudah siap. Mari kita mulai sob. Ini kerjakan sesuai urutannya.

Tahap Pelaksanaan:

  • Petugas pemandi jenazah berwudhu terlebih dulu.
  • Pakai alat pelindung diri seperti yang diterangkan diatas. Paling minimal adalah sarung tangan, Ini berlaku untuk semua petugas yang memandikan mayat.
  • Taruh mayit menuju arah kiblat waktu membaringkannya dan letakkan diatas bantalan-bantalan atau tempat khusus memandikannya.
  • Lepas pakaiannya atau digunting bajunya apabila susah dilepas dan ganti dengan kain panjang yang telah disediakan.

Urutan memandikannya ada 3 bagian:

  1. Mengistinjainya, yaitu membersihkan qubul dan dubur mayit tersebut
  2. Mandi pendahuluan, membersihkan seluruh badan mayit dari ujung kepala dan ujung kaki
  3. Mandi witir, yaitu mandi dengan memakai bilangan hitungan ganjil dengan menggunakan air sabun, air biasa dan air kapur barus.

Kita masuk kepada poin pertama:

Istinja

Istinja yaitu membersihkan qubul (kemaluan) dan duburnya mayit. Tugas ini sebaiknya dilaksanakan oleh orang yang dekat pertaliannya dengan mayit. Seperti anak, orang tuanya, saudaranya, pamannya, anak kemenakan dan seterusnya. Mayit wanita diistinjai oleh wanita dan sebaliknya kecuali istri atau suaminya sendiri.

Niat istinja yaitu:

ู†ูŽูˆูŽูŠู’ุชู ุงู„ู’ุงูุณู’ุชูู†ู’ุฌูŽุงุกู ู„ูู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ู’ู…ูŽูŠูู‘ุชู ููŽุฑู’ุถู‹ุง ู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰

Nawaitul istinjaa lihadzal mayyit fardal lillaahi taโ€™alaa.

Artinya: Sahajaku mengistinjai bagi mayit ini fardhu karena Allah Taala.

Ingat sob.. Meletakkan niat istinja tatkala mulai mencurahkan air ke bagian qubulnya mayit.

Orang yang bertugas meistinjai itu lebih dulu memakai kain pencuci pada tangan kiri. Ia berada disamping kiri mayit dan juru mandi yang akan mencurahkan air berada disamping kanan.

Caranya:

  • Mulai curahkan air ke bagian qubul dan gosok-gosok dengan kain. Gunakan sabun agar cepat bersih.
  • Bila bagian muka sudah bersih, berpindah kebagian dubur mayit. Gosok dengan kain dan sabun dan siram dengan air biasa. Untuk mempercepat bersihnya dengan menekan nekan perut mayit seperlunya. Dikerjakan sampai tidak kelihatan lagi najisnya. Tanda bersihnya yaitu dengan memakai perasaan apakah terasa kesat dan adakan percobaan.
  • Apabila dirasa sudah bersih. Cek kembali dengan menggunakan kain yang bersih. Masukkan tangan kedalam kain dan gunakan telunjuk. Raba lubang dubur mayit satu kali dengan kain tadi dan angkat. Lihat apakah kain tersebut masih ada kotoran atau najis yang menempel. Apabila masih ada ulangi kembali tetapi apabila sudah bersih maka istinja sudah cukup.

Mandi Pendahuluan

Mandi pendahuluan adalah mandi untuk membersihkan kotoran dan bau diseluruh tubuh mayit, seperti daki, tanah yang menempel, gigi mayit atau kuku yang kotor. Pekerjaan ini dapat dilakukan bersama-sama. Baik petugas ataupun bersama keluarga mayit.

Curahkan air dari ujung rambut sampai kaki sampai merata.

Gosok seluruh bagian tubuh mayit dengan sabun agar kotoran dan bau hilang dari mayit. Cek gigi mayit, mata, kuku dan bagian lipatan-lipatan tubuh. Gosok dan siram dengan air bersih.

Cek kembali bagian dubur seperti yang telah diterapkan dahulu. Jika masih ada najis hendaklah diulang membersihkannya.

Bila sudah bersih semua, disunnahkan diwudhui terlebih dahulu sebelum mandi witir. Ini lafadz niat wudhu bagi mayit:

ู†ูŽูˆูŽูŠู’ุชู ุงู„ู’ูˆูุถููˆู’ุกูŽ ู„ูู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ู’ู…ูŽูŠูู‘ุชู ุณูู†ูŽู‘ุฉู‹ ู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰.

Nawaitul wudhuua lihaadzal mayyit sunnatal lillaahi taโ€™alaa

Artinya: Sahajaku mewudhui bagi ini mayit sunnat karena Allah Taala

Setelah selesai wudhu. Kita lanjutkan kebagian 3 sob.

Mandi Witir

Mandi witir maksudnya mandi atau menyiramkan air kepada mayit dengan jumlah ganjil, yang paling sederhana yaitu 3 dan yang sering dilakukan yaitu mandi 9.

  • Atur tempat wadah air untuk mandi yaitu:

Ember/baskom 1: air sabun

Ember/baskom 2: air biasa

Ember/baskom 3: air kapur barus

  • Urutan mandi sesuai dengan nomer ember/baskom tadi yaitu air sabun, air biasa dan air kapur barus.
  • Kepala juru mandi disamping kiri mayit dan pembantu-pembantunya disamping kanan mayit.
  • Mulai memasang niat ketika air menyentuh kepala mayat. Ini lafadz niat mandi untuk mayit:

ู†ูŽูˆูŽูŠู’ุชู ุงู„ู’ุบูุณู’ู„ูŽ ู„ูู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ู’ู…ูŽูŠูู‘ุชู ู„ูุงุณู’ุชูุจูŽุงุญูŽุฉู ุงู„ุตูŽู‘ู„ูŽุงุฉู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ููŽุฑู’ุถู‹ุง ู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰.

Nawaitul gusla lihaadzal mayyit listibaahatis sholaati โ€˜alaihi fardal lillahi taโ€™aalaa.

Artinya: Sahajaku memandikan bagi mayit ini karena mengharuskan sembahyang atasnya fardhu karena Allah taala.

Atau kalau sobat merasa terlalu panjang bacaan niatnya. Ini ada yang pendek:

ู†ูŽูˆูŽูŠู’ุชู ุงูŽุฏูŽุงุกูŽ ุงู„ู’ุบูุณู’ู„ูŽ ุงู„ู’ูˆูŽุงุฌูุจู ุนูŽู†ู’ู‡ู/ ุนูŽู†ู’ู‡ูŽุง.

Nawaitul adaa-al guslal wajibi โ€˜anhu/โ€™anhaa.

Artinya: Sahajaku menunaikan mandi wajib darinya.

Urutan mencurahkan air:

  1. Bagian tengah: curahkan air dari ujung kepala sampai ujung kaki melalui tengah badan tiga kali.

Sambil membaca:

ุบููู’ุฑูŽุงู†ูŽูƒูŽ ูŠูŽุงุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฑูŽุจูŽู‘ู†ูŽุง ูˆูŽุงูู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุตููŠู’ุฑู.

Gufraanaka ya Allah rabbanaa wa ilaikal mashiir.

2. Mayit dimiringkan, kanannya sebelah atas. Curahkan air dari ujung kepala sampai ujung kaki tiga kali.

Sambil membaca:

ุบููู’ุฑูŽุงู†ูŽูƒูŽ ูŠูŽุงุฑูŽุญู’ู…ูŽู†ู ุฑูŽุจูŽู‘ู†ูŽุง ูˆูŽุงูู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุตููŠู’ุฑู.

Gufraanaka ya rahmaan rabbanaa wa ilaikal mashiir.

3. Mayit dimiringkan, kirinya sebelah atas. Curahkan air dari ujung kepala sampai ujung kaki tiga kali.

Sambil membaca:

ุบููู’ุฑูŽุงู†ูŽูƒูŽ ูŠูŽุงุฑูŽุญููŠู’ู…ู ุฑูŽุจูŽู‘ู†ูŽุง ูˆูŽุงูู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุตููŠู’ุฑู.

Gufraanaka ya rahiim rabbanaa wa ilaikal mashiir.

Itu berlaku untuk satu jenis air sob. Selanjutnya lakukan hal yang sama dengan air biasa dengan 9x siraman dan terakhir dengan air kapur barus dengan 9x siraman.

Untuk bacaannya setiap siraman sama dengan yang diatas sob. kalau bisa dihafalkan saja. Bila semua itu sudah dilakukan maka selesailah mandi witir.

Lap tubuh mayit dengan handuk bersih dan tutupi mayit dengan kain panjang yang baru yang kering. Pindahkan dari tempat pemandian.

Note: saat mayit dimandikan, disisi lain ada beberapa orang yang menyiapkan kain kafannya sehingga ketika sudah dilap dengan handuk langsung bisa dipindahkan diatas kain kafan yang sudah dipersiapkan.

Nah seperti itulah tatacara atau panduan memandikan jenazah sob. Mungkin disetiap daerah akan berbeda-beda tatacara pelaksanaannya, akan tetapi rukunnya tetap sama.

Yang perlu kita ketahui sekurang-kurangnya cara memandikan jenazah ini untuk melepaskan fardhu kifayah ada dua perkara:

  1. Menghilangkan kotoran/najis pada badan mayitย 
  2. Meratakan curahan air pada seluruh tubuhnya disertai niat.

Demikian pembahasan mengenai panduan memandikan jenazah non covid sob. Semoga bisa dipelajari dan dapat dipraktikkan langsung di masyarakat.

Wallahu ‘alam bisshowab.

Baca juga: Tata cara mandi wajib yang baik dan benar

Tentang Penulis

Khamsul khair

Terima kasih telah mengunjungi blog sederhana ini. Semoga berkah dan bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *