Cara Sholat Ketika Sakit Sesuai Sunnah Rasulullah

cara-sholat-ketika-sakit

Assalamualaikum sobat sekalian. Semoga dalam keadaan sehat wal afiat. Nah kali ini kita akan mempelajari bagaimana tata cara sholat ketika sakit sesuai sunnah Rasulullah SAW.

Dalam sehari semalam kita wajib sholat 5 waktu. Hal itu berlaku bagi semua umat Islam baik yang sehat maupun yang sakit. Kita semua pasti sudah mempelajari bagaimana tata cara sholat dalam keadaan normal.

Tidak ada istilah sholat itu libur apabila sakit. Dan kebanyakan kita apabila sakit sedikit saja maka sholat mulai agak malas, bahkan kadang bisa terlambat karena habis waktu. Kalau kita flashback ke zaman Rasulullah dimana beliau dimasa akhir hayatnya dilanda sakit, beliau mengusahakan tetap sholat di masjid, walaupun hal tersebut membuat sakitnya bertambah. Oleh karena itu, siapa saja yang menganggap sholat ketika sakit bisa digantikan dengan zikir adalah tidak benar, karena Rasulullah sendiri telah mengajarkan bagaimana tata cara sholat ketika sakit.

Hadits tentang tata cara sholat ketika sakit diantaranya:

Dari Jabir r.a beliau berkata: Rasulullah SAW suatu kala menjenguk orang yang sedang sakit. Ternyata Rasulullah melihat ia sedang shalat di atas bantal. Kemudian Nabi mengambil bantal tersebut dan menjauhkannya. Ternyata orang tersebut lalu mengambil kayu dan shalat di atas kayu tersebut. Kemudian Nabi mengambil kayu tersebut dan menjauhkannya. Lalu Nabi bersabda: shalatlah di atas tanah jika kamu mampu, jika tidak mampu maka shalatlah dengan imaa` (isyarat kepala). Jadikan kepalamu ketika posisi sujud lebih rendah dari rukukmu”. (H.R. Baihaqi).

dan hadits yang lain dari Imran bin Husain r.a beliau berkata:

Aku pernah menderita penyakit bawasir. Maka ku bertanya kepada Nabi SAW mengenai bagaimana aku shalat. Beliau bersabda: shalatlah sambil berdiri, jika tidak mampu maka shalatlah sambil duduk, jika tidak mampu maka shalatlah dengan berbaring menyamping” (HR. Al Bukhari).

Jadi tidak ada alasan bagi kita untuk tidak sholat ketika dalam keadaan sakit karena hal tersebut sudah dijelaskan oleh Rasulullah SAW.

Adapun kelonggaran yang didapat dari orang yang sedang sakit yaitu:

  1. Boleh sholat dirumah/tidak berjamaah di masjid, Karena rasulullah menganjurkan siapa saja untuk sholat berjamaah ke mesjid, apalagi yang rumahnya dekat dengan masjid. Kecuali untuk orang yang sedang sakit maka dibolehkan sholatnya di rumah saja untuk memulihkan sakitnya.
  2. Boleh menjamak sholat, hal ini dibolehkan karena kemampuannya lemah untuk melaksanakan sholat dan dikhawatirkan apabila orang yang sakit terus-terusan keluar najis maka ia akan kepayahan untuk bersuci/berwudhu. Dalam hal ini hanya boleh menjamak tetapi tidak boleh di qasar karena itu hanya untuk orang yang dalam perjalanan.

Berikut tata cara sholat ketika sakit:

Sholat dengan posisi duduk

1. Dengan bantuan kursi

Apabila ada bagian tubuh yang sakit misalnya kaki ataupun ada sesuatu yang menyebabkan tidak bisa berdiri secara sempurna maka kita bisa memakai kursi sebagai bantuan.

Untuk caranya yaitu:

  • Setelah berwudhu (atau tayammum apabila darurat) duduklah di atas kursi, usahakan kursi tersebut tidak terlalu tinggi yang menyebabkan kaki gantung. jadi kaki harus tetap menyentuh lantai.
  • untuk takbiratul ihram seperti biasa dan kedua tangan bersedekap.
  • untuk rukuk maka tangan letakkan di kedua paha dan bahu diturunkan sedikit
  • untuk i’tidal seperti biasa dengan kedua tangan menjuntai ke bawah
  • untuk sujud bahu lebih rendah dibandingkan rukuk.
  • untuk tahiyat awal dan akhir posisinya sama saja dengan duduk antara dua sujud. hanya telunjuk saja yang digerakkan.

2. Duduk dilantai dengan posisi kaki seperti duduk iftirasy/duduk tahiyat.

Untuk duduk posisi ini gerakannya sama seperti diatas hanya saja untuk sujud, duduk antara dua sujud dan duduk tahiyat awal atau akhir seperti posisi sholat normal.

3. Duduk dengan kaki menyilang/bersila atau kaki lurus ke depan.

Ini dilakukan apabila ada sesuatu atau sakit yang menyebabkan dilarang duduk tahiyat. Untuk gerakan masih sama saja hanya saja apabila sujud posisi kaki tidak berubah atau sama seperti ketika duduk di kursi.

Dari ketiga macam cara sholat ketika duduk tersebut semua bacaannya sama tidak ada yang berubah.

Sholat dengan posisi berbaring

Sholat ini dilakukan apabila keadaan tubuh tidak bisa dipaksakan untuk duduk. Cara sholat ini ada 3 macam posisinya yaitu:

1. Posisi miring (‘ala janbin)

  • posisikan tubuh miring menghadap kiblat dengan bagian kanan dibawah dan bagian kiri diatas. Apabila tidak sanggup maka arah sebaliknya diperbolehkan dengan tetap diusahakan menghadap qiblat.
  • Untuk takbiratul ihram seperti biasa dengan mengangkat tangan sejajar telinga dan bersedekap.
  • untuk rukuk kepala ditundukkan sedikit dengan kedua tangan diletakkan di paha/lutut.
  • untuk sujud kepala ditundukkan lebih rendah dari rukuk.
  • untuk tasyahud awal dan akhir telunjuk tetap diarahkan ke kiblat.

2. Posisi telentang (Mustalqiyan)

  • Untuk posisi telentang kaki selonjoran ke arah kiblat, maka usahakan menggunakan peninggi semisal bantal yang ditumpuk agar kepala juga dapat mengarah ke kiblat.
  • untuk takbiratul ihram seperti biasa.
  • Untuk rukuk dengan menggerakkan kepala keatas. apabila tidak sanggup maka cukup dengan isyarat kepala (iimaa‘).
  • Untuk sujud dan yang lainnya sama menggunakan isyarat kepala, sedangkan untuk tahiyat usahakan telunjuk diarahkan ke kiblat.

Note: Apabila tidak ada yang membantu untuk menghadap kiblat, maka cukup arah dimana berbaringnya sesuai dengan kadar kesanggupannya, sedangkan apabila menunggu seseorang dikhawatirkan habis waktu sholatnya.

Sholat dengan isyarat

Sholat ini dilakukan bilamana orang tersebut kesulitan untuk bersuara, tubuh sudah tidak sanggup bergerak baik tangan atau kaki, dan dalam keadaan ini selalu memerlukan bantuan orang lain. Intinya sakit ini adalah sakit yang sangat parah, maka cara sholat ini adalah pilihan terakhir dan diperbolehkan.

Hal ini terbagi menjadi dua macam:

  1. Sholat dengan isyarat mata

Sholat ini dilakukan dengan isyarat (iimaa’) kedipan mata karena semua anggota tubuh sudah tidak bisa digerakkan/ kelumpuhan. kedipkan satu kali untuk takbir, dua kali untuk rukuk, dan beberapa kali untuk sujud. hal ini dilakukan sekadar kemampuannya.

2. Sholat dengan isyarat hati

Sholat ini dilakukan dalam keadaan masih memiliki kesadaran. Caranya yaitu meniatkan diri untuk sholat membayangkan gerakan sholat beserta bacaannya. Apabila tidak mampu terucap maka cukup didalam hati.

Demikian pembahasan mengenai tata cara sholat ketika sakit. Semoga kita semua disehatkan dan dijauhkan dari segala macam penyakit. Mudah-mudahan bermanfaat untuk pembaca semua.

Wallahu ‘alamu bisshowab.

Baca juga: 5 keutamaan sholat duha sebagai magnet rezeki 

Tentang Penulis

Khamsul khair

Terima kasih telah mengunjungi blog sederhana ini. Semoga berkah dan bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *