Cerita Tentang Sedekah Yang Dapat Merubah Takdir

cerita-tentang-sedekah

Assalamu’alaikum sobat rohis, kali ini saya akan sharing sebuah cerita tentang sedekah yang dapat merubah takdir seseorang. Sedekah merupakan hal yang ajaib, seharusnya secara logika apabila uang atau harta kita belanjakan maka pasti akan habis, tapi tidak dengan harta yang diniatkan sedekah sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:

Tidak akan pernah berkurang harta yang disedekahkan kecuali ia bertambah… bertambah…” (HR. At-Tirmidzi).

Nah sobat sekalian, cerita tentang sedekah ini ada dalam suatu riwayat, berikut kisahnya.

Pada suatu hari sepasang suami istri sedang makan bersama di rumahnya.

Tiba-tiba pintu diketuk oleh seorang pengemis. Melihat keadaan pengemis itu, sang istri merasa terharu dan dia bermaksud hendak memberikan sesuatu. Tetapi sebelumnya sebagai seorang wanita yang patuh kepada suaminya dia meminta izin terlebih dahulu kepada suaminya.

Sang istri berkata: “suamiku, bolehkah aku memberikan makanan kepada pengemis itu?”

Sang suami dengan suara lantang menjawab: “tidak usah!! Usir saja dia dan tutup kembali pintunya!”.

Mendengar hal itu, Sang istri terpaksa tidak memberikan apa-apa kepada pengemis tadi dan menutup pintu sehingga pengemis tersebut berlalu dengan kecewa.

Pada suatu hari yang naas, usaha dagang sang suami mengalami kebangkrutan, kekayaannya habis dan ia menderita banyak hutang. Selain itu karena ketidakcocokan dengan istrinya rumah tangganya berantakan sehingga terjadilah perceraian.

Setelah sekian lama, sang istri menikah lagi dengan seorang pedagang di kota dan hidup bahagia.

Pada suatu ketika wanita itu sedang makan dengan suaminya yang baru, tiba-tiba ia mendengar pintunya diketuk oleh orang. Setelah pintunya dibuka ternyata tamu tak diundang itu adalah seorang pengemis yang sangat mengharukan hati wanita itu. Maka wanita itu berkata kepada suaminya: “wahai suamiku.. bolehkah aku memberikan sesuatu kepada pengemis ini?”

Suaminya menjawab: ”berikan makan kepada pengemis itu”.

Setelah memberi makan kepada pengemis itu istrinya masuk kedalam rumah sambil menangis.  Suaminya dengan perasaan heran bertanya kepada istrinya: “mengapa engkau menangis? Apakah engkau menangis karena aku menyuruhmu memberikan daging ayam kepada pengemis itu?”

Wanita itu menggeleng halus, lalu berkata dengan nada sedih:” wahai suamiku, aku sedih dengan perjalanan takdir yang sungguh menakjubkan hatiku, tahukah engkau siapa pengemis yang ada diluar itu? … Dia adalah suamiku yang pertama dulu.”

Mendengar keterangan istrinya demikian sang suami sedikit terkejut, tapi segera ia balik bertanya: “Dan tahukah engkau siapa aku yang kini menjadi suamimu ini? … Aku adalah pengemis yang dulu diusirnya!”

Subhanallah, kisah ini mengandung pesan bahwa sifat kikir akan membawa seseorang kedalam keterpurukan dan penderitaan, sedangkan sedekah bahkan bisa merubah takdir seseorang.

Kekuasaan itu mutlak milik Allah SWT, segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi Allahlah yang mengaturnya.

Mengenai cerita tentang sedekah ini, Penulis pernah memiliki pengalaman bertemu seseorang yang bercerita dari pengalamannya sendiri tentang ajaibnya sedekah. Sebut saja namanya pak Ahmad berasal dari Kalteng. Beliau terlihat masih muda sekitar 40 tahunan. pada awalnya ia dan keluarganya menganut kepercayaan animisme (percaya pada roh-roh leluhur mengikuti jejak nenek moyang beliau) yang kemudian masuk Islam karena hidayah Allah swt. Saya bertemu dengan beliau secara kebetulan di salah satu Rumah Sakit di Banjarmasin. Pada saat itu terjadilah percakapan sebagai berikut:

Saya: “bapak kesini menjenguk siapa?”

Bpk ahmad: ”Ooh.. saya kesini mau menjenguk orang yang lagi sakit, Kalau adek sendiri?”

Saya: “ini lagi nungguin nenek pak lagi di ruang ICU. Kata dokter pembuluh darahnya pecah pak.”

Bpk ahmad: “yaa sabar ya dek. Moga Allah menyembuhkan”.

Saya pun mengamini doa beliau.

Saya: “Kok jenguk orang jauh-jauh pak datang kesini, bukankah bisa lewat telepon?”

Bpk Ahmad: (agak malu)”saya disuruh menamba’i (mengobati) orang tersebut dek jadi datang kesini pun dijemput oleh yang punya hajat”.

Saya pun tertarik mendengarnya dan bertanya cara pengobatannya. Yang uniknya setiap selesai pengobatannya pak ahmad menyuruh si pasien untuk bersedekah kepada anak yatim piatu.

Setelah berbincang-bincang beberapa saat, tanpa saya tanya Bapak tersebut menceritakan pengalamannya.

Bpk ahmad:” saya sekarang sudah muallaf, sudah setahun lebih, sebenarnya pada waktu itu saya dan orang tua saya masih menganut kepercayaan (kaharingan), bapak saya sudah duluan meninggal”

”Dua tahun yang lalu ibu saya meninggal, tetapi anehnya saya sering bermimpi.. di dalam kubur ibu saya terasa terang benderang dan itu terjadi setiap malam jum’at.” Kata beliau sambil menghela nafas.

“Saya tanya orang-orang disekitar apa sih yang sering dilakukan ibu kepada tetangga dan belum

menemukan jawabannya hingga akhirnya saya menemukan titik terang.”

“Apa itu pak??” Tanya saya spontan.

Bpk Ahmad melanjutkan: “seorang penjaga mesjid bilang setiap jum’at tanpa diketahui orang lain bahkan saya sendiri, ibu ngasih uang buat bayar PLN masjid perbulan, dan juga ibu saya menyisihkan sedikit uang untuk anak yatim piatu. Uang tersebut juga dititipkan sama penjaga mesjid. Subhanallah, apa yang dikatakan penjaga mesjid itu membuat hati saya sadar dan saya beruntung mendapat hidayah Allah sehingga hati saya terbuka untuk menjadi muallaf. Andaikan bapak dan ibu saya juga masuk Islam…”. pak ahmad terdiam.

Mata Pak Ahmad menerawang seakan ada sesuatu yang mengganjal dihatinya, saya juga terharu mendengarnya.

Demikian cerita tentang sedekah ini yang dapat merubah takdir seseorang. Dari cerita ini wallahu ‘alam benar atau tidaknya karena kita tidak mengetahui hal ghaib dan tafsir mimpi beliau. tetapi hal ini dapat menjadi pelajaran bagi kita betapa sedekah itu dapat merubah takdir seseorang. Mudah-mudahan kita bisa mengambil hikmah dari pengalaman hidup beliau, dan kita diberikan Allah hidayah menjadi orang yang ahli sedekah. Amiin.

(Note: cerita ini tidak mendiskriminasikan agama atau kepercayaan apapun, apabila ada kesalahan kami mohon maaf).

Wallahu a’lam bisshowab.

Tentang Penulis

Khamsul khair

Terima kasih telah mengunjungi blog sederhana ini. Semoga berkah dan bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *