Cloud Hosting Indonesia Hosting Unlimited Indonesia

Inilah Amaliah Yang Bisa Menyelamatkan Kita Di Akhirat

yang-bisa-menyelamatkan-kita-di-akhirat

Assalamu’alaikum sobat rohis sekalian, semoga selalu dalam keadaan sehat wal afiat. Kali ini kita membahas mengenai amaliah yang bisa menyelamatkan kita di akhirat. Nah sobat, setelah membaca terjemah dari beberapa ayat Al-Qur’an, ada satu yang menurut saya menarik, berikut arti dari ayat tersebut:

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah Setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Al hasyr: 18)

Setelah saya membaca arti dari ayat tersebut langsung muncul banyak pertanyaan, bagaimana hari esok saya? bagaimana nasib saya dan keluarga yang saya cintai dan saya perjuangkan nafkahnya setiap hari? ke surga kah? alangkah bahagianya kalau kami semua berkumpul disurga, tetapi kalau neraka? Nauzubillah..

Sobat rohis, umur umat Nabi Muhammad SAW pada dasarnya mengikuti daripada umur nabinya sendiri yaitu rata-rata 63 tahun. Nah beruntunglah sobat sekalian yang umurnya bisa lebih dari 63 tahun karena itu adalah bonus pemberian dari Allah SWT. Jikalau umur kita sekarang sudah menginjak 40 tahun, maka secara hitungan kasarnya batas kita hidup cuma tinggal 23 tahun lagi. Sedangkan kematian itu adalah hal yang nyata di depan kita.

Sekarang, sudah siapkah kita menghadapi kematian? Apakah bekal yang kita bawa? Siapa teman kita disana di alam kubur? Apakah kita disiksa atau mendapat nikmat kubur?

Sebelum kita terlambat, maka mulailah dari sekarang kita menjalankan apa yang dianjurkan Rasulullah SAW untuk menghadapinya. Rasulullah SAW sudah memberikan jalan kepada kita agar hidup bahagia di akhirat kelak. tinggal kitanya saja yang harus memotivasi diri sendiri untuk mengamalkannya.

Adapun amaliah yang bisa menyelamatkan kita di akhirat sesuai urutannya yaitu:

Ketika sakaratul maut

Sakaratul maut adalah hal yang kita takuti semua, mengapa takut? Karena itu adalah penentuan dalam hidup kita apakah kita meninggal dalam keadaan baik (husnul khatimah) ataukah buruk (su’ul khatimah). Penutup yang baik maka Allah SWT akan memandang seluruh hidup kita baik, sedangkan penutup yang buruk maka walaupun banyak perbuatan baik yang pernah dilakukan maka akan tetap dipandang buruk.

salah satu amaliah yang bisa menyelamatkan kita di akhirat terutama untuk memudahkan sakaratul maut yaitu memperbanyak membaca kalimat tahlil yaitu laa ilaaha illallah dan berbakti /memperbaiki silaturrahmi kepada orang tua.

Contohnya ringkasnya adalah kisah alqamah dimana ia begitu taat kepada Allah dan Rasul-Nya serta orang tuanya terutama ibunya, akan tetapi ketika ia sudah memiliki istri ia membeda-bedakan kasih sayangnya antara istri dan ibunya sendiri, ia lebih menyayangi istrinya dan segala perintah istrinya dipenuhinya, sedangkan orang tuanya sendiri ia lupakan. Ibu dari Alqomah sakit hati karena sifat anaknya tersebut.

Pada akhirnya Alqomah jatuh sakit dan sakitnya begitu parah. Saat sakaratul maut ia kesulitan mengucap kalimah tahlil “laa ilaaha illallah.” tetapi ibunya sendiri enggan datang menjenguknya.

Keadaan tersebut dilaporkan kepada Rasulullah SAW. Setelah itu Rasulullah memerintahkan mengumpulkan kayu bakar dilapangan. Mendengar hal itu Ibu dari Alqomah segera datang karena mendengar anaknya akan dibakar untuk memudahkan sakratul maut, ia dengan kasih sayang seorang ibu pun memberikan maaf kepada anaknya dan merelakannya.

Setelah mendapat maaf dari ibunya dengan lancar ia mengucap kalimat “laa ilaaha illallah” dan menghembuskan nafas terakhirnya.

Itulah sekelumit kisah betapa bakti kepada orang tua memberikan kebahagian di dunia dan akhirat serta memudahkan mengucap kalimat tahlil dan meninggal dalam keadaan husnul khatimah. semoga kita bisa berbakti kepada kedua orang tua sampai mereka tiada.

Ketika masuk kubur

Amaliah untuk ketenangan dan ketentraman ketika masuk kubur yaitu sedekah dan memperbanyak membaca al Qur’an dan juga disamping itu melazimkan membaca surah al Mulk.

Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda: “Dari Abdillah ibnu Mas’ud ia berkata: siapa membaca tabarak (surah Al-Mulk) setiap malam, maka Allah akan menghalanginya dari siksa kubur, kami dimasa Rasulullah SAW menamakan surah tersebut “al mani’ah” (penghalang siksa kubur) dia adalah salah satu surah didalam kitabullah. Barang siapa membaca setiap malam maka ia telah memperbanyak dan telah berbuat kebaikan. (H.R. Nasai)

Ketika ditanya malaikat dalam kubur

Amaliah untuk menjawab pertanyaan malaikat yaitu sholat lima waktu dan sholat sunnah. Mengapa sholat lima waktu dan sholat sunnah?

Pertanyaan malaikat didalam kubur yaitu berupa siapa tuhanmu? apa agamamu? siapa nabimu? apa itikadmu? dan lainnya, sedangkan didalam sholat kita mengucap Allahu akbar setiap sholat puluhan kali. Didalam sholat lima waktu kita mengucap dua kalimat syahadat 9 kali dalam sehari. Belum lagi apabila kita rutin sholat sunnah.

Nah sob, Sholat lima waktu dan sholat sunnah selain sebagai penanda kita adalah seorang hamba-Nya dan juga sebagai sarana latihan kita didunia agar fasih ketika menjawab pertanyaan malaikat dialam kubur. Selain itu banyak keutamaan lainnya apabila kita istiqomah melaksanakan sholat wajib dan sunnahnya.

Ketika diam di dalam kubur menunggu kiamat

Amaliah ketika menunggu di alam kubur adalah perbanyak amal jariyah, didiklah anak kita menjadi anak sholeh yang mendoakan orang tuanya dan ajarkan ilmu yang bermanfaat dari kita kepada orang lain. Sebagaimana Sabda Nabi SAW:

اِذَا مَاتَ الْاِنْسَانُ اِنْقَطَعَ عَمَلُهُ اِلَّا مِنْ ثَلاَثٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يَنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُوا لَهُ. رواه مسلم

Artinya: Jika seseorang meninggal dunia, terputus amalanya kecuali 3 perkara, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau anak sholeh yang mendoakan orang tuanya. (HR. Muslim).

Ketika di padang mahsyar

Rasulullah SAW pernah bersabda:

عَنْ اَبِي هُرَيْرةَ عَنِ النَّبِيِّ صلعم قَالَ سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ اِلَّا ظِلُّهُ : اَلْاِمَامُ الْعَدْلِ، وَشَابُّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ اللَّهِ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ ، وَرَجُلاَنِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ اِجْتَمَعَ عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ، وَرَجُلٌ دَعَتْهُ اِمْرَأَةٌ ذَاتَ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ اِنِّي أَخَافُ اللَّهَ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَاَخْفَاهَا حَتَّي لاَ تَعْلَمْ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ بِيَمِيْنُهُ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهُ حَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَهُ. رواه بخاري مسلم

Artinya: Tujuh golongan yang dinaungi Allah dalam naungan-Nya pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya yaitu imam yang adil, pemuda yang tumbuh dewasa dengan beribadah kepada Allah, seseorang yang hatinya bergantung kepada mesjid, dua orang yang mencintai karena Allah dan berpisah karena-Nya, laki-laki yang diajak berzina oleh wanita yang berkedudukan lagi cantik lalu berkata: sesungguhnya aku takut kepada Allah, bersedekah lalu ia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan tangan kanannya, dan seseorang berzikir kepada Allah dikala sepi lalu ia meneteskan air matanya. (HR. Bukhari Muslim).

Selain itu,salah satu amaliah yang bisa menyelamatkan kita di akhirat terutama di padang mahsyar, karena padang mahsyar itu semua umat manusia kepanasan, kehausan, kelaparan dan telanjang, maka untuk menghindari semua itu, biasakanlah memberi pakaian, makanan dan minuman kepada orang lain agar nanti kita diberi pakaian dan perlindungan dari Allah SWT disana.

Ketika di timbangan amal (Mizan)

Sebenarnya ada banyak amalan yang bisa menyelamakan kita di akhirat terutama untuk memperberat timbangan amal kebajikan, tetapi akhlak yang baik adalah amalan yang paling berat timbangan amalnya di mizan nantinya. Karena akhlak yang baik sulit dilakukan dimasa sekarang yang penuh fitnah. Sungguh luar biasa apabila kita dapat berusaha meneladani akhlaknya Rasulullah SAW ini walaupun tidak sempurna.

Tidak ada sesuatu pun yang lebih berat dalam timbangan seorang mukmin selain akhlak yang baik. Sungguh, Allah membenci orang yang berkata keji dan kotor.” (HR. Tirmidzi, no. 2002. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini sahih).

Dan lagi amalan yang memberatkan timbangan kebaikan di mizan adalah melazimkan membaca tasbih, tahmid, dan takbir sebagaimana sabda Nabi SAW:

“Dua amalan yang tidaklah dihitung (dijaga) oleh seorang muslim kecuali akan masuk surga. Dua amalan itu sangat sederhana, namun orang yang menunaikannya sedikit. Ditanya oleh para sahabat, ‘Amal apa itu, wahai Rasulullah?’ Beliau meneruskan, ‘Salah seorang kalian bertasbih sepuluh kali, membaca tahmid sepuluh kali, dan membaca takbir sepuluh kali setiap usai shalat. Jadi totalnya 150 kali dalam lisan, namun jadi 1500 dalam timbangan amal.” (HR Ibnu Majah, at-Tirmidzi, dll).

Amaliah yang sangat memberatkan timbangan kebaikan dan dapat menghapus dosa dosa (selain dosa syirik) di hari mizan lainnya yaitu memberi maaf ketika dizholimi, menyambung tali silaturrahmi kepada orang yang memutusnya dan bersedekah kepada orang yang tidak pernah memberi sedekah kepada kita.

 

Ketika di jembatan shiratal mustaqim

Dari ibnu Mas’ud Rasulullah SAW bersabda:

Jembatan al-Sirath dipasangkan di tengah-tengah Jahanam seperti pedang tipis yang sangat tajam. Ia sebuah jembatan yang licin dan menggelincirkan. Di atasnya penuh besi-besi pengait dari api yang siap menyambar, mengait, dan menghempaskan ke neraka. Di antara mereka ada orang yang melintas secepat petir. Dia berhasil selamat dan tak melekat (bergelantung) pada jembatan. Ada pula yang melintas secepat angin. Dia berhasil selamat dan tak melekat di atasnya. Ada pula yang melintas secepat kuda. Ada pula yang melintas seperti orang berlari. Ada pula yang melintas seperti orang berjalan cepat. Ada pula yang berjalan seperti orang berjalan normal. Dan manusia yang terakhir melintas adalah seorang laki-laki yang telah hangus terbakar api dan menghadapi kesulitan di atasnya, kemudian dimasukkan Allah ke dalam surga berkat karunia, kemuliaan, dan rahmat-Nya. (H.R. Thabrani)

Dari cerita Rasulullah tersebut amaliah yang dapat menyelamatkan kita di akhirat terutama di jembatan shiratal mustaqim adalah sholat lima waktu secara berjamaah, sebagaimana Sabda Nabi SAW:

Dari Abu Hurairah Rasulullah SAW bersabda: Siapa saja yang menjaga shalat lima waktu secara berjamaah, maka ia menjadi orang pertama yang melintasi jembatan ash-Shirath yang cepatnya seperti kilat menyambar, kemudian dikumpulkan Allah bersama golongan tabiin. (H.R Thabrani)

Selain itu amaliah yang memudahkan menyeberangi jembatan shiratal mustaqim yaitu mencintai Nabi Muhammad Saw dan keluarganya yaitu para habaib keturunannya sampai sekarang. Karena darah mereka diharamkan dijilat oleh api neraka.

Demikian skelumit amaliah yang bisa menyelamatkan kita di akhirat. walaupun masih banyak amaliah lainnya yang juga mempunyai segudang kelebihan tetapi hal ini cukuplah untuk menjadi pelajaran bagi kita dan semoga kita bisa mengamalkannya. Amin.

Wallahu a’lam bis showab.

Tentang Penulis

Khamsul khair

Terima kasih telah mengunjungi blog sederhana ini. Semoga berkah dan bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *