Keutamaan Ayat Seribu Dinar

Keutamaan-ayat-seribu-dinar

Ayat seribu dinar merupakan potongan ayat yang terdapat didalam surah At-Thalaq ayat 2-3. Ayat ini dipercaya sebagai amaliah yang bisa mendatangkan rezeki yang tidak disangka-sangka. Berikut keutamaan ayat seribu dinar.

Inilah potongan ayat dari surah At-Talaq ayat 2-3 yang dinamakan ayat seribu dinar:

وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجۡعَل لَّهُۥ مَخۡرَجٗا . وَيَرۡزُقۡهُ مِنۡ حَيۡثُ لَا يَحۡتَسِبُۚ وَمَن يَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسۡبُهُۥٓۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَٰلِغُ أَمۡرِهِۦۚ قَدۡ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَيۡءٖ قَدۡرٗا .

Wamay yattaqillaaha yaj’al lahuu makhrajaa. wayarzuqhu min haitsu laa yahtasib. wamay yatawakkal ‘alallaahu fahuwa hasbuhu qod ja’alallaahu likulli syaiin qodraa.

Artinya: Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.

Ada satu cerita tentang ayat ini yang diceritakan ayah saya (Almarhum) sebelum tidur. Ini mungkin berkaitan dengan keutamaan ayat seribu dinar akan tetapi mungkin juga dengan redaksi yang lain.

Nah, lanjut ke kisahnya…

Suatu ketika ada sebuah keluarga yang sangat miskin yang sedang kelaparan, keluarga ini memiliki satu orang anak yang masih kecil. Untuk makan setiap hari mereka kebingungan tetapi tidak mau meminta-minta. Karena Rasulullah melarang hal tersebut.

Sang suami berkata kepada istrinya: “Istriku, aku akan keluar untuk mencari uang untuk kita makan…”

Istrinya berkata: “Iya suamiku, kita sedang kelaparan, semoga kamu mendapatkan sesuatu…”

Sang suami berangkat keluar untuk mencari pekerjaan yang menghasilkan uang. kemana-mana ia berjalan menemui orang-orang untuk menawarkan diri untuk bekerja. akan tetapi sampai siang hari belum ada satupun yang didapatnya.

Karena tidak menemukan hasil ia pun pergi ke sebuah masjid. Ia berlama-lama sholat sunnah dan serta berdoa sambil membaca ayat seribu dinar memohon Allah SWT menurunkan rezeki kepadanya.

Sepulang dari masjid ia pun datang di pintu rumah dan disambut oleh istrinya. “Suamiku adakah engkau membawakan makanan untuk kita?”

Suaminya menjawab: “Hari ini aku bekerja untuk seseorang yang sangat kaya, semoga beliau cepat memberikan upah kepadaku…”

Sang istri menjawab sambil tersenyum: ” Alhamdulillah semoga engkau mendapatkan segera upah dari pekerjaanmu…”

Keesokan harinya kembali sang suami keluar rumah mencari-cari pekerjaan sampai siang hari, tetapi hasilnya masih nihil. ia pun lanjut pergi ke masjid dan berlama-lama untuk beribadah dan berdoa kepada Allah SWT dan ia menangis karena pulang dengan tangan hampa.

Istrinya menyambutnya didepan rumah dengan penuh harap. “Adakah engkau membawa sesuatu untuk kita makan?” tanya istrinya dengan penuh kelembutan.

Sang suami menjawab: “Hari ini aku masih belum mendapatkan upah, mungkin esok aku akan mendapatkan upahnya.”

Mereka pun melewatkan malam dengan rasa lapar. Sang anak menangis sejadi jadinya karena lapar. Oleh istrinya diberi air susu yang juga mulai mengering karena sang ibu juga tidak makan. dan akhirnya sang anak tertidur pulas.

Esok harinya kembali suaminya minta izin untuk bekerja.

Istrinya pun mendoakan semoga suaminya mendapatkan sesuatu yang dapat dimakan untuk mengganjal perut pada hari itu karena sudah dua hari mereka tidak makan.

Dan kembali lagi sang suami mencari-cari dan menawarkan pekerjaan namun tidak ada satupun orang-orang yang membutuhkannya untuk diperkerjakan. Sampai waktu siang hari ia pergi ke masjid dan berdoa kepada Allah Sang pemilik segalanya.

Hari mulai sore ia pun bingung harus berkata apa kepada istrinya. dengan rasa putus asa ia membungkus pasir dan pulang ke rumah. akan tetapi di depan rumah ia disambut sang istri dengan suka cita penuh kegembiraan. suaminya pun kebingungan dan heran.

Istrinya berkata: Tadi siang ada seorang laki-laki yang bersih dan tampan wajahnya membawakan makanan dan uang didalam nampan ini. Ia minta sampaikan kepada engkau bahwa ini adalah upah selama dua hari bekerja. dan aku terkejut ketika membuka nampan ini ternyata uang dirham yang banyak. Alhamdulillah hari ini Allah memberikan kita nikmat yang banyak…”

Mendengar hal tersebut sang suami langsung sujud dan menangis. Ia sangat bersyukur Allah mengabulkan doanya.

Setelah mulai tenang istrinya bertanya: “bungkusan apa yang bawa itu?”

Suaminya dengan rasa malu menjawab: “tidak apa-apa, lebih baik dibuang saja.”

lalu istrinya membuka bungkusan tersebut dan terkejut melihat isinya tepung banyak sekali. Suaminya pun kaget karena pasir yang dibawanya berubah menjadi tepung.

Ia pun bersujud kedua kalinya sambil menangis. mengucap syukur yang tak terhingga kepada Allah Ta’ala.

Kemudian sang suami memohon maaf kepada istrinya dan menceritakan keadaan yang sebenarnya bahwa selama dua hari ini ia tidak mendapatkan pekerjaan apapun dan ia pergi ke mesjid untuk berdoa memohon kepada Allah Yang Maha Kaya agar memberikan rezki untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dan sebenarnya bungkusan yang dibawanya itu ia mengisinya dengan pasir dan atas rahmat Allah Ta’ala pasir tersebut berubah menjadi tepung.

Mereka berdua pun mengucap syukur yang tak terhingga atas karunia yang diberikan Allah kepada mereka.

Demikian cerita tentang keutamaan ayat seribu dinar yang pernah diceritakan almarhum ayahanda kami sewaktu masih hidup. terlepas dari benar atau tidaknya cerita tersebut banyak hikmah yang dapat kita ambil.

Semoga ibadah kita selalu dapat kita laksanakan dan tetap bersyukur atas segala apapun yang telah diberikan Allah SWT.

Baca juga: Kisah Nabi Musa A.s belajar dengan Nabi Khidir A.s

Tentang Penulis

Khamsul khair

Terima kasih telah mengunjungi blog sederhana ini. Semoga berkah dan bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *