Khutbah Jumat Tentang Kematian

khutbah-jumat

Khutbah Jumat Tentang Kematian.

Assalamualaikum sob..

Di zaman Covid 19 sekarang untuk materi khutbah tidak perlu panjang lebar.

Terlalu lama khutbah tidak efektif dan bikin ngantuk. Yang penting ketika khutbah semua rukunnya khutbahnya terpenuhi.

Berikut kami sampaikan khutbah jumat yang ringkas dan padat disertai dengan khutbah keduanya.

KHUTBAH JUM’AT: TENTANG KEMATIAN

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ. اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي جَعَلَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ. وَرَزَقَنَا مِنَ الطَّيِّبَاتِ. وَأَشْهَدُ أنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّالله. وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. المَبْعُوْثُ بِالْكِتَابِ المُبِيْن. اللَّهُمَّ فَصَلِّ وَ سَلِّمْ وَبَارِكْ عَلى حَبِيبِنَا وَشَفِيْعِنَا سَيَّدِنَا مُحمَّدٍ. سَيِّدِ المُرْسلين. وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ.  فَيَاأَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ أُوصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى الله. فقال الله تعالى في كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ، أعوذ بالله من الشيطان الرجيم .وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٞۖ فَإِذَا جَآءَ أَجَلُهُمۡ لَا يَسۡتَأۡخِرُونَ سَاعَةٗ وَلَا يَسۡتَقۡدِمُونَ.

Hadirin Jamaah Jum’at Rahimakumullah

Pada kesempatan kali ini kami mengajak kepada para Jamaah sekalian untuk selalu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. dengan selalu mendekatkan diri kepada-Nya dan menjauhi segala larangan larangan-Nya.

Hadirin Jamaah Jum’at Rahimakumullah

Ketika kita melihat seseorang yang selalu meningkat rezakinya baik dengan jabatan, kekayaan, bahkan kebahagiaan keluarganya, didalam hati kita menilai:“Alangkah nikmatnya andai kita menjadi seperti itu”

Padahal segala sesuatu itu sangatlah sulit untuk dinilai secara fisik saja, bisa jadi orang yang kita nilai seperti itu bahkan lebih buruk dari diri kita sendiri. Bisa jadi ia setiap malam ketakutan kalau-kalau ada perampok yang menyantroni rumahnya, bisa jadi ia sedang bermasalah dengan utang, dan lain- lainnya. Dan bagaimana kita menyikapi ini?

Allah  SWT memberikan suatu petunjuk kepada kita bahwa hiduplah dengan zuhud, tawadhu dan qonaah. Zuhud dalam arti tidak mencintai kehidupan dunia ini, tawadhu dalam arti merendahkan hati dihadapan manusia dan qonaah dalam arti merasa cukup dengan nikmat yang diberikan Allah kepada kita.

Hadirin Jamaah Jum’at Rahimakumullah

Hidup memang manis, tetapi tidak selalu dan selamanya. Ada masa muda yang energik dan penuh gairah, ada masa dewasa yang penuh pikirannya dengan bagaimana menyiapkan masa depan, dan ada masa tua dimana otot melemah, rambut beruban, kulit keriput dan penyakit bermunculan.

Tapi ingat satu hal yang paling penting yaitu masa kematian. Dimana semua tindak tanduk kita di dunia dipertanggungjawabkan.

Didalam Al-Qur’an Allah SWT berfirman:

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٞۖ فَإِذَا جَآءَ أَجَلُهُمۡ لَا يَسۡتَأۡخِرُونَ سَاعَةٗ وَلَا يَسۡتَقۡدِمُونَ

“Apabila telah tiba waktunya yang ditentukan bagi mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak pula mendahulukannya”. (QS An Nahl : 61)

Mati tidak memandang waktu, bisa kapan saja. Tidak memandang sehat ataupun sakit. Tidak memandang tua ataupun muda, tidak memandang orang yang sedang tidur ataupun sedang bekerja. Kematian selalu siap mengintai kita, akan tetapi apakah kita sudah siap menerima kematian? Siap tidak siap maka kita harus menyiapkannya.

Dalam sebuah hadits disebutkan: Ada tiga perkara yang mengikuti mayit sesudah wafatnya, yaitu keluarganya, hartanya dan amalnya. Yang dua kembali dan yang satu tinggal bersamanya. Yang pulang kembali adalah keluarga dan hartanya, sedangkan yang tinggal bersamanya adalah amalnya. (HR. Bukhari dan Muslim).

Ada satu resep yang diberikan Rasulullah agar kita amal selalu mengalir ketika kita sudah berada di alam barzah. Rasulullah SAW bersabda:

إذَا مَاتَ ابْنَ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إلاّ مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يَنْتَفِعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُوْ لَهُ.

Artinya: Jika manusia itu meninggal dunia, maka terputus amalnya kecuali tiga hal, shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak yang shalih yang mendoakannya. ( H.R. Bukhari, imam Muslim, imam Abu Daud, imam At-Tirmidzi, imam An-Nasa’i dari sahabat Abu Hurairah r.a.)

Maka marilah kita bersama-sama berusaha untuk mengamalkan minimal salah satu daripada perkara yang tiga macam tersebut.

Orang yang kelebihan harta maka bersedekahlah, perbaikilah tempat ibadah dan infakkan hartanya dijalan Allah.

Orang yang berilmu agama, manfaatkanlah ilmu tersebut dengan mengajarkannya kebaikan kepada orang lain.

Dan bagi kita yang mempunyai anak, mari kita didik anak kita dengan ilmu agama, dengan akhlak yang baik, agar nanti ketika kematian menghampiri kita, anak kita tidak kalap berebut harta warisan yang kita tinggalkan, tetapi ia mengingat kita dan mendoakan kita disetiap sujudnya agar kita dijauhkan dari azab qubur dan azab neraka.

Semoga kita semua mendapatkan rahmat dan ampunan dari Allah SWT. Diampuni dosa dosa kita, keluarga kita, jiran tetangga kita. Dan semoga Allah SWT memberikan kepada kita kematian yang manis, yaitu mati dalam keadaan khusnul khatimah.  Amin yarabbal alamin.

فَاِذَا قُرِئَ عَلَيْهِمُ الْقُرْاَن فَاسْتَمِعُ لَهُ وَاَنْصِتُوْا لَعَلَّكُمْ  تُرْحَمُوْنَ

أعوذ بالله من الشيطان الرجيم

قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ.

بَارَكَ الله لِى وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِى وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمَ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَاِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ, وَأَقُوْلُ قَوْلى هَذَا فَاسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

 

Khotbah ke 2:

اَلْحَمْدُ لله حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا اَمَرَ. اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ اِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ وَ كَفَرَ. وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ وَ حَبِيْبُهُ وَ خَلِيْلُهُ سَيِّدُ الْإِنْسِ وَ الْبَشَرِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَى  سَيَّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَ اَصْحَابِهِ وَ سَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.

اَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ الله اِتَّقُوْا الله وَ اعْلَمُوْا اَنَّ الله يُحِبُّ مَكَارِمَ الْأُمُوْرِ وَ اِنَّهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفَاسِقِيْنَ. فقال الله تعالى: إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِيِّۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيۡهِ وَسَلِّمُواْ تَسۡلِيمًا .اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَى سَيَّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِ سَيَّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ وَ سَلَّمْتَ وَ بَارَكْتَ عَلَى سَيَّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَ عَلَى اَلِ سَيَّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِى الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ وَارْضَ عَنِ خُلَفَاءِ الرَّاشِديْنَ. سَيِّدِنَا اَبِي بَكْرٍ وَّعُمَرُ وَ عُثْمَانَ وَعَلِى. وَعَن سَائِرِ اَصْحَابِ رَسُولِ اللهِ  اَجْمَعِيْنَ. وَعَنِ التَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنَ. أَمِيْنَ يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَ الْمُؤْمِنَاتِ وَ الْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَ الْأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ وَ قَاضِيَ الْحَاجَاتِ. رَبَّنَا هَبْلَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَ ذُرِّيَّتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَ اجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا. رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ الله! اِنَّ الله يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَ الْإِحْسَانِ وَ اِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَ يَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَ الْمُنْكَرِ وَ الْبَغْىِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَّكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوْا الله الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَ اشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَ لَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ وَ اللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ .

 

Demikian khutbah ini kami sampaikan sob.. mohon maaf apabila ada kesalahan dalam pengetikan karena diketik manual sob..

Semoga bermanfaat.

wassalamua’laikum wr. wb.

Tentang Penulis

Khamsul khair

Terima kasih telah mengunjungi blog sederhana ini. Semoga berkah dan bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *