Cloud Hosting Indonesia Hosting Unlimited Indonesia

Macam Macam Puasa Sunnah Dan Penjelasannya

macam-macam-puasa-sunnah

Assalamualaikum sobat rohaniawan, semoga selalu sehat dan tetap semangat menjalani hari-hari dengan ibadah. Berikut penjelasan macam macam puasa sunnah, dan cara mengerjakannya.

Pengertian Puasa Sunnah

Puasa sunnah adalah puasa yang sering dilakukan oleh Rasulullah SAW, Sunnah dalam arti apabila dikerjakan mendapat pahala dan apabila ditinggalkan tidak berdosa.

Puasa ini sangat baik dilaksanakan karena selain untuk menjaga kesehatan, mendapat pahala yang besar juga untuk menghubungkan/mutaba’ah dalam melaksanakan sunnah Rasulullah SAW.

Selain itu puasa sunnah juga sangat baik untuk melemahkan nafsu syahwat karena nafsu akan turun apabila dalam keadaan lapar. sangat cocok dengan para pemuda pemudi yang belum menikah.

Bagi perempuan bersuami memiliki pengecualian dalam puasa sunnah ini. Ia harus mendapat izin suami untuk puasa sunnah karena hak suami bersenang-senang dengan istrinya. Sebagaimana hadits Nabi SAW yang berbunyi:

Janganlah seorang wanita berpuasa sedangkan suaminya ada kecuali dengan seizinnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Waktu Pelaksanaan

Dilaksanakan sama seperti puasa wajib yaitu mulai terbit fajar sampai terbenam matahari. Hal yang membatalkan juga sama dengan puasa wajib seperti makan dan minum, keluar mani, berkumpul (jima) dengan istri dan lain-lain.

Hal yang sunnah dalam puasa wajib juga berlaku dalam puasa sunnah semisal makan sahur, tidak bersiwak setelah tengah hari dan lain-lain. Selain itu perkara yang dilarang dalam ucapan sebaiknya dijauhi ketika puasa seperti gosip, ghibah, marah dan berbohong.

Rukun Puasa Sunnah

Rukun daripada puasa sunnah sama dengan puasa wajib yaitu:

  1. Berniat puasa
  2. Menahan diri dari yang membatalkan sejak terbit fajar sampai terbenam matahari.

Perbedaannya dengan puasa wajib yaitu apabila niat puasa wajib harus dilakukan pada malam hari atau menjelang sahur, maka puasa sunnah boleh di pagi hari sebelum matahari mulai naik (antara jam 8 atau 9) asalkan belum ada makan sesuatu apapun.

Cara berniatnya sangat mudah.

Tinggal kita lafalkan didalam hati kita seperti:

“Sahajaku puasa sunnah senin kamis esok hari karena Allah Ta’ala”

Puasa senin kamisnya didalam niat tersebut bisa diganti sesuai puasa apa yang akan kita kerjakan.

Nah sob, setelah kita mengetahui tata cara pelaksanaannya, berikut macam macam puasa sunnah yang sering dikerjakan Rasulullah SAW:

Puasa Senin Kamis

Puasa ini sudah menjadi kebiasaan Rasulullah bahkan sebelum diangkat menjadi Rasul. Dari Aisyah R.A. Beliau mengatakan:

Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam biasa meletakkan/menaruh pilihan puasa pada hari senin dan kamis. (H.R. Nasai).

Puasa 6 Hari Bulan Syawal

Puasa ini sangat bagus diamalkan karena akan melengkapi pahala puasa ramadhan setahun penuh, sebagaimana sabda Nabi SAW:

Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa setahun penuh.” (HR. Muslim).

Puasa Daud

Puasa ini adalah puasa yang diamalkan oleh nabi Daud A.S dan disyariatkan juga oleh Rasulullah SAW. Cara melaksanakan puasa ini adalah sehari puasa dan sehari tidak/berselang seling. Sabda Rasulullah SAW:

Puasa yang paling disukai oleh Allah adalah puasa Nabi Daud. Shalat yang paling disukai Allah adalah Shalat Nabi Daud. Beliau biasa tidur separuh malam, dan bangun pada sepertiganya, dan tidur pada seperenamnya. Beliau biasa berbuka sehari dan berpuasa sehari.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Puasa ini hendaknya memang dilaksanakan oleh orang yang mampu dan sehat. Karena membutuhkan hari puasa yang lebih banyak dibanding puasa sunnah yang lain.

Puasa bulan Sya’ban

Puasa ini juga sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Puasa ini juga bertujuan melatih tubuh agar terbiasa nantinya puasa sebulan penuh dibulan Ramadhan.

Sebagaimana hadits dari Aisyah R.A pernah berkata: “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak biasa berpuasa pada satu bulan yang lebih banyak dari bulan Sya’ban. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada bulan Sya’ban seluruhnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Puasa arafah

Puasa ini dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijjah ketika orang yang berhaji mulai ramai memasuki padang arafah.

sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:

Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa ‘Arafah? Beliau menjawab, ”Puasa ‘Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa ’Asyura? Beliau menjawab, ”Puasa ’Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu” (HR. Muslim).

Tetapi bagi orang yang berhaji tidak disuruh untuk berpuasa arafah karena Nabi SAW juga tidak berpuasa ketika berhaji.

Puasa Asyura

Puasa ini dilaksanakan pada tanggal 1 sampai 10 Muharram. Tetapi utamanya adalah pada tanggal 10 Muharram. Rasulullah SAW bersabda:

Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah – Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim).

Puasa Bulan Zulhijjah

Sebenarnya tidak ada perintah puasa sunnah yang baku untuk bulan Zulhijjah ini. Yang disyariatkan yaitu beramal shaleh ditanggal 1-10 Bulan zulhijjah. Tetapi karena puasa juga merupakan amal shaleh terbaik maka sangat dianjurkan untuk berpuasa ditanggal tersebut. Rasulullah SAW bersabda:

Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah).” Para sahabat bertanya: “Tidak pula jihad di jalan Allah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun.” (HR. Abu Daud, At Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad).

Puasa 3 hari setiap bulan Hijriyyah

Puasa ini dilaksanakan 3 hari diawal, ditengah maupun diakhir tergantung dimana kita mampu melaksanakannya. Sunnah ini didasarkan pada hadits nabi SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah R.A:

Kekasihku (yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) mewasiatkan padaku tiga nasehat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati: [1] berpuasa tiga hari setiap bulannya, [2] mengerjakan shalat Dhuha, [3] mengerjakan shalat witir sebelum tidur.”( HR. Bukhari).

Nah sobat sekalian, demikian macam macam puasa sunnah lengkap dengan tata-caranya. Semoga kita dimudahkan Allah SWT dalam beribadah dan beramal sholeh. Amin.

Wallahu ‘alam bisshowab.

Baca juga:

Tentang Penulis

Khamsul khair

Terima kasih telah mengunjungi blog sederhana ini. Semoga berkah dan bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *