Panduan Lengkap Cara Pemulasaran Mayat Covid-19

covid-19

Panduan Lengkap Cara Pemulasaran Mayat Covid-19.

Assalamu’alaikum sob..

Bagaimana kabarnya? Semoga sehat selalu dan diberikan rezeki melimpah.. Amiin..

Kali ini kita akan jelaskan bagaimana menangani mayat yang terindikasi positif covid 19 sob.

Syerem juga ya..

Tapi apabila perlengkapan perang kita lengkap hal tersebut mudah sob. Makanya pemulasaran jenazah covid 19 disarankan hanya di Rumah Sakit yang ditunjuk Pemerintah sob tidak bisa sembarangan. Tetapi apabila dilaksanakan di suatu desa atau kampung bisa saja asalkan aparat desa yang berwenang bersedia menyiapkan semua peralatan dan kelengkapannya.

Bila anda sudah siap kita lanjut..

Sebelum itu mari kita kutip Fatwa MUI no. 18 tentang Pemulasaran Jenazah Covid 19:

“Umat Islam yang wafat karena wabah
COVID-19 dalam pandangan syara’
termasuk kategori syahid akhirat dan
hak-hak jenazahnya wajib dipenuhi,
yaitu dimandikan, dikafani, dishalati,
dan dikuburkan, yang pelaksanaannya
wajib menjaga keselamatan petugas
dengan mematuhi ketentuan ketentuan
protokol medis”

Nah, dari pernyataan MUI tersebut sebenarnya mayat Covid-19 itu boleh dimandikan sob.. Tetapi tetap memperhatikan unsur mudharatnya. Apabila itu memberi mudharat bagi petugas pemandian mayat maka sebaiknya jangan dilakukan sob…

Berikut pernyataan MUI selanjutnya:

“Jika atas pertimbangan ahli yang terpercaya bahwa jenazah
tidak mungkin dimandikan, maka dapat diganti dengan
tayamum sesuai ketentuan syariah, yaitu dengan cara:
1) Mengusap wajah dan kedua tangan jenazah (minimal
sampai pergelangan) dengan debu.
2) Untuk kepentingan perlindungan diri pada saat
mengusap, petugas tetap menggunakan APD.

Jika menurut pendapat ahli yang terpercaya bahwa
memandikan atau menayamumkan tidak mungkin
dilakukan karena membahayakan petugas, maka
berdasarkan ketentuan dlarurat syar’iyyah, jenazah tidak
dimandikan atau ditayamumkan.”

Berdasarkan fatwa MUI ini.. Maka lebih baik kita ambil jalan tengahnya sob.. Yaitu dengan cara menayamumkan mayat sebagai pengganti mandinya.

Sah kah apabila ditayamumkan? sedangkan air lagi banyak?

Sah sob.. karena hal ini berhubungan dengan mudharatnya jenazah covid 19 apabila dimandikan dengan air. bisa menularkan kepada petugas yang memandikan.

Sampai disitu sudah jelas kan sob. mari kita lanjut.

Sebelum ada beberapa alat yang perlu dipersiapkan.

Siapkan APD (Alat Pelindung Diri)

APD harus lengkap sob… untuk fungsinya baca disini.

Bila anda disuruh menangani mayat covid 19 tetapi APDnya kurang jangan mau sob.. bisa celaka nantinya… kasihan keluarga, anak istri…

APD lengkap (radarlampung.co.id)

Nah, jenis APD selengkapnya mulai dari kepala sampai ujung kaki:

  1. Tutup kepala
  2. Masker dua lapis (masker medis dan N-95)
  3. Kacamata renang/ sejenisnya
  4. Helm face shield
  5. Baju hazmat
  6. Sarung tangan medis 3 lapis. kalau ada 1 lapis terakhir yang panjang sampai pergelangan. (Untuk petugas istinja ada baiknya memakai 4 lapis).
  7. Sepatu bot
  8. Apron plastik sekali pakai

Nah bila itu semua sudah siap. sekarang perlengkapan untuk mayat.

Siapkan Perlengkapan Mayat:

Untuk kelengkapan mayat, sediakan sbb:

  1. kain kafan
  2. kain untuk menutup aurat baik sarung ataupun bisa juga dengan potongan kain kafan seukuran aurat mayat
  3. kapas
  4. debu untuk tayammum
  5. kapur barus 1 bungkus cukup
  6. plastik kurung yang panjang. 2 potong untuk membungkus mayat. 1 potong untuk peti mayat
  7. plester bolak balik/lakban transparan
  8. gunting tajam
  9. spidol
  10. peti mayat
  11. semprotan disinfektan
  12. tempat sampah besar (diberi plastik agar mudah dibuang)

Bila semuanya sudah siap sekarang kita ke tahap pelaksanaan.

Persiapan Sebelum Eksekusi

Anggap saja mayatnya ditaruh disuatu ruangan. sebelum kita mengeksekusinya maka kita siapkan dulu kelengkapan mayatnya sob:

  1. potong kain kafan seukuran mayat/ dikira-kira dengan melebihkan bagian atas dan bagian bawah untuk mengikat mayat. potong sebanyak 6 lembar. perdua lembar dijadikan satu dengan dijahit atau menggunakan lakban transparan sehingga menghasilkan 3 lembar kain yang lumayan untuk membungkus mayat.
  2. untuk mayat wanita ditambah 2 potong kain untuk tudung dan baju kurungnya.
  3. setelah dipotong kainnya, potong plastik kurung seukuran mayat juga dengan dilebihkan untuk mengikat ujung-ujungnya. potong 2 bagian untuk mayat dan 1 bagian untuk membungkus peti mayat.
  4. saatnya bikin tali pocong. potong sisi samping kain kafan memanjang dengan gunting sebanyak 5 buah.
  5. siapkan peti mati, buka tutupnya.

Nah bila sudah siap. lanjut kita memakai APDnya sob..

Minimal anggota kita untuk mengurus jenazah tersebut ada 4 orang sob. agar mudah mengangkat peti matinya.

sekarang persiapkan APD (Alat Pelindung Diri):

  1. kencing dan berwudhu terlebih dulu
  2. pakai hand sanitizer. usapkan di tangan
  3. pakai sarung tangan 1 lapis
  4. pasang tutup kepala
  5. pasang masker 2 lapis. diutamakan masker medis dulu baru N-95
  6. pasang baju Hazmat
  7. pasang kaca mata renang
  8. pasang sarung tangan lapis ke 2 dan ke 3 (dan ke 4 khusus untuk petugas istinja)
  9. pasang sepatu bot
  10. pasang apron plastik
  11. pasang helm face shield

Kalau urutannya kebolak balik tidak apa-apa sob. Tapi ingat harus wudhu terlebih dulu sebab nanti kita langsung menyolatkan jenazahnya.

Kalau sudah siap semua saatnya kita eksekusi. Ingat!! yang dibawa kedalam ruangan sementara adalah gunting, kapas lembaran, debu tayammum dan tempat sampah besar.

Latihan Pemulasaran/semprot disinfektan (jatengprov.go.id)

Tahapan Pelaksanaan:

Langkah 1:

  • Masuk ruangan mayat, semprot mayat dan ruangan dengan semprotan disinfektan.
  • Diamkan sesaat.
  • Potong bajunya dan semua pakaiannya dengan gunting. masukkan seluruhnya kedalam tempat sampah.
  • Pasang kain untuk menutup aurat.
  • Tiga orang lain membersihkan tubuhnya mayat dengan kapas yang sudah disemprot dengan disinfektan sedangkan yang satunya bertugas mengistinjai mayit. niatnya adalah:

نَوَيْتُ الْاِسْتِنْجَاءِ لِهَذَا الْمَيِّتِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitul istinjai lihadzal mayyit fardal lillaahi ta’alaa.

Artinya: Sahajaku mengistinjai bagi mayit ini fardhu karena Allah Taala.

  • Bersihkan bagian qubul dan dubur mayat menggunakan kapas disinfektan. perlihatkan kepada petugas yang lain apakah sudah bersih atau belum. apabila kapasnya sudah putih tidak ada kotoran berarti istinja sukses.
  • Buang sarung tangan lapisan paling luar (khusus untuk petugas istinja)
  • Selamat. anda sudah berhasil mengistinjai mayat.

Langkah 2:

  • Saatnya menayamumkan mayat. siapkan debu tayammum. apabila tidak ada maka boleh memakai debu di dinding.
  • Usapkan tangan ke debu, atau debu di dinding yang bersih,  tepukkan kalau debunya tebal.

Mulai mengusap wajah mayat disertai niat tayammum:

نَوَيْتُ اَدَاءَ الـتَّيَمُّمَ لِهَذَا الْمَيِّتِ / لِهَذِهِ الْمَيِّتَةِ فَرْضً لِّلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu adaat tayammuma lihaadzal mayyit/haadzihil mayyitah fardhal lilahi ta’aalaa

Artinya: Aku niat menunaikan tayamum untuk ini mayat laki-laki/ untuk ini mayat perempuan fardlu karena Allah ta‘ala.

  • Usapkan perlahan dan merata keseluruh wajah mayat 1 kali
  • Ambil lagi debu dibagian lain, tepukkan bila debunya tebal
  • Usapkan tangan kanan mayit sampai siku secara merata
  • Ambil lagi debunya, tepukkan bila tebal. usapkan ke tangan kiri mayat sampai siku secara merata.
  • Tayammum selesai.
  • Ikat tangan mayat dalam posisi bersedekap. tangan kanan diatas
  • Pasang kapas kedalam hidung mayat, telinga mayat dan tutupi juga mata mayat dengan kapas. bisa juga dikasih kapur barus taburkan di sekujur tubuh mayat

Langkah 3:

  • Nah setelah selesai. kita ambil plastik kurung yang sudah dipotong.
  • Masukkan mayat kedalam plastik dibantu beberapa petugas. pelan-pelan jangan sampai plastiknya bocor atau robek.
  • Ujung plastiknya dikepala dan kaki boleh dilakban, boleh juga diikat yang kuat.
  • Siapkan kafan 3 lapis
  • Angkat mayat yang sudah dibungkus dengan plastik keatas kafan yang sudah dihamparkan. tali kafan bisa disipkan dibawah kafan atau setelahnya.
  • Mulai mengkafani mayat.
  • Bungkus mayat dengan kafan, caranya sama dengan mayat biasa yang kanan mayat terlebih dahulu baru yang kiri sampai lapisan ke 3.
  • Ikat bagian tengah (antara lengan dan siku mayat) terlebih dahulu dengan tali kafan yang sudah dipersiapkan. ikat pangkal paha, ikat bagian lutut, baru ikat bagian ujung kaki dan ujung kepala agar lebih rapi.
  • Pengkafanan sudah selesai.
  • Siapkan lagi plastik kurung. masukkan mayat kedalam plastik dan ikat ujung-ujungnya. boleh dilakban.

Sekarang mayat sudah aman. siap diletakkan kedalam peti sob.

Langkah 4:

  • Semprot mayat yang sudah dibungkus plastik dengan disinfektan. semprot juga peti matinya.
  • Masukkan mayat dengan posisi miring. ingat ini penting.. tangan kanannya dibawah. tangan kiri diatas.
  • Tutup peti mayat. paku dengan rapat.
  • Semprot lagi petinya dengan disinfektan.
  • Bungkus lagi petinya dengan plastik. terserah bagaimana caranya mau dilakban atau bagaimana yang penting udara didalamnya tidak bisa keluar.
  • Tandai bagian peti nya untuk kepala dengan spidol
  • Selesai peti dibungkus maka selesai juga tahapannya.

Setelah itu mayat siap untuk disholatkan. Petugas itu sendiri sob yang menyolatkannya.

Atur posisi mayat sob.

Ketika kita berdiri menghadap qiblat.. Bila mayat laki-laki, kepalanya disebelah kiri dan bila mayat perempuan posisi kepala sebelah kanan.

Untuk imam, Bila mayat laki-laki imam berdiri segaris dengan kepalanya. Bila mayat perempuan, imam berdiri segaris dengan dada/punggung mayit.

Untuk tata cara sholat jenazah lengkap dengan bacaan klik disini.

Nah selesai menyembahyangkan, tugas kita sudah habis sob. tinggal petugas lain yang membawa jenazah menuju ke kuburan khusus Covid 19.

Setelah kita melaksanakan seluruhnya saatnya melepas APD.

Melepas APD

Saat melepas APD disinilah kebanyakan kita lengah sob. Penularan covid terbanyak karena kesalahan dalam melepas APD. banyak petugas kesehatan terjangkit penyakit karena meremehkan cara melepasnya..

untuk itu ikuti langkah berikut:

  1. Sebelum dilepas semprot seluruh tubuh dengan cairan disinfektan
  2. lepas sarung tangan lapis pertama. masukkan ke plastik sampah.
  3. lepaskan apron. langsung dibuang ke tempat sampah.
  4. lepaskan helm face shield dan kaca mata. jangan dibuang.. hehe.
  5. buka baju hazmat. usahakan pegang bagian dalamnya saja. lepas seluruh baju dan buang ke tempat sampah
  6. lepas tutup kepala. buang..
  7. lepas sepatu bot. ganti dengan sandal/sepatu awal..
  8. lepaskan masker. ganti yang baru.
  9. lepaskan sarung tangan lapis ke 2 dan ke 3.
  10. cuci tangan dengan alkohol/ sanitizer.
  11. usahakan mandi setelahnya agar terjamin kebersihannya.

Mandi Setelah Memulasar Jenazah

Disunnahkan mandi sob setelah melaksanakan pemulasaran jenazah. Untuk menghindari berbagai macam penyakit. sebagaimana sabda Nabi SAW:

مِنْ غُسْلِهِ الْغُسْلُ وَمِنْ حَمْلِهِ الْوُضُوءُ

Barangsiapa memandikan mayit, maka hendaklah ia mandi. Barangsiapa yang memikulnya, hendaklah ia berwudhu.” (HR. Abu Daud no. 3161).

Mandilah sebelum dimandikan.. hehe.

Sampai disini dulu sob.. semoga bermanfaat.

Kalau ada yang perlu didiskusikan bisa ditanyakan di kolom komentar.

Terima kasih. Wassalamualaikum…

Tentang Penulis

Khamsul khair

Terima kasih telah mengunjungi blog sederhana ini. Semoga berkah dan bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *