Panduan Mengkafani Mayat Laki-laki dan Perempuan

Panduan Mengkafani Mayat Laki-laki dan Perempuan

Assalamu’alaikum sobat rohaniawan.. Setelah kita memandikan mayat, Lanjut sob kepada panduan mengkafani mayat tersebut.

Ingat sob kain kafan disiapkan sebelum memandikan. Biar nanti setelah mayit dimandikan kafannya sudah siap dan langsung bisa ditaruh diatasnya. Ini juga berfungsi untuk menghemat waktu.

Perlu diperhatikan juga pada saat memindah mayit auratnya jangan sampai terbuka atau dilihat orang yang bukan muhrim. Kalau terbuka segera tutup kembali.

Kain kafan sunat berwarna putih dan tidak ada campuran warna lain. Kecuali dalam keadaan darurat karena tidak ada kain, boleh saja dikafan dengan selain kain umpama goni, tikar, rumput dan lain-lain.

Tetapi tetap diutamakan kain putih yang dapat menutup seluruh badannya.

Siapkan perlengkapannya sob..

Perlengkapan alat-alat pengkafanan diantaranya: kain kafan, serbuk kayu cendana, minyak wangi, celak mata, kapas, tikar gunting, benang, jarum.

Kain kafan laki-laki dibuat 3 lapis (lembar) sama panjang dan lebar. Sedangkan untuk mayit perempuan dibuat 5 lapis, yang terdiri dari baju kurung, tudung kepala, sarung dan  dua lapis kain pembungkus.

Penting sob… kain kafan itu biasanya lebarnya cuma satu meter… dan kita memerlukan panjang kurang lebih 2 meter untuk memuat mayat karena rata-rata tinggi orang Indonesia berkisar antara 160cm sampai 190 cm.

Untuk memotong kain usahakan panjang kain sama dengan tubuh mayit ditambah dengan kurang lebih 12 cm dari kepala mayat dan 12 cm dari kaki mayat untuk memudahkan mengikat kafan.

Potong 6 lembar…

Setelah itu satukan per dua lembar jadi satu dengan menjahit ditengahnya atau lebih praktis diberi selotip bolak balik. hasilnya adalah 3 lembar kain kafan yang lebarnya cukup untuk membungkus mayat.

Sedangkan khusus untuk mayit wanita baju kurung dan tudung kepala disesuaikan dengan postur mayit.

Tali untuk mengikat kafan cukup dengan sobekan kain kafan. Yaitu dengan menggunting sisi kafan. Buat secukupnya. Untuk mayat dewasa 5 ikatan dan mayat anak kecil cukup 3 ikatan.

Bila kafan sudah diukur panjangnya. Kita sudah siap sob.

Selanjutnya cara mengkafani:

  1. Untuk laki-laki
  • Hamparkan ketiga lapis kain kafan. Taburkan serbuk cendana pada tiap lapis kain.
  • Letakkan mayit diatas kain yang sudah disiapkan dengan merapatkan kakinya
  • Taburi mayit dengan serbuk cendana dan tutup semua lubang hidung, telinga, bibir dan mata dengan kapas. Tutupi bagian bawah pantat mayit dan juga kemaluannya dengan lembaran kapas agar seandainya masih ada cairan yang keluar tidak mengenai kain kafan.
  • Lipat tangan mayit seperti orang sembahyang.
  • Bungkus perlahan dengan rapi dengan kain kafan lapis pertama, kanan lebih dulu baru kiri.
  • Bungkus perlahan dengan rapi dengan kain kafan lapis kedua. Kanan dan kiri.
  • Bungkus perlahan dengan rapi dengan kain kafan lapis ketiga. Kanan dan kiri.
  • Ingat kain kafan harus lebih panjang dari mayat untuk memudahkan mengikat.
  • Ikat kafan mayat diatas kepala mayat, didada, diatas paha, dilipatan tempurung kaki dan dibawah kaki.
  1. Untuk mayit wanita
  • Hamparkan semua kain kafan 5 lembar. Pembungkus paling bawah.
  • Sama seperti mayit laki-laki, diberi serbuk bidara, celak mata, pasang kapas di semua lubang kepala dan hamparkan kapas didaerah pantat dan kemaluan.
  • Kenakan sarungnya.
  • Kemudian baju kurungnya
  • Kemudian tudung kepala
  • Kemudian bungkus dengan kain pembungkus selapis selapis dengan cara yang sama seperti mayit laki-laki.
  • Ikat mayit bila telah sempurna membungkusnya.

Penting sob..

Rasulullah melarang bermahal-mahal dengan kain kafan. Karena termasuk pemborosan.

Orang yang mati sewaktu mengerjakan ihram (haji) di Mekkah kepalanya tidak boleh ditutup dan diberi wangi-wangian. Karena ia akan dibangkitkan nanti pada hari kiamat dengan membaca Talbiyah.

Selesai seluruhnya mengikat kafan mayit berilah minyak wangi pada kafan dan siap disembahyangkan.

demikian sob panduan mengkafani mayat yang sesuai dengan syariat Islam. kalau ada yang perlu didiskusikan bisa comen di kolom komentar dibawah ini.

semoga bermanfaat sob.

Tentang Penulis

Khamsul khair

Terima kasih telah mengunjungi blog sederhana ini. Semoga berkah dan bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *