Panduan Menguburkan Mayat Lengkap

Panduan Lengkap Menguburkan Mayat

Assalamu’alaikum sob… Setelah kita membahas masalah cara memandikan mayat, cara mengkafani mayat dan cara sholat fardhu kifayah atau sholat jenazah, kali ini kita lanjut sob bagaimana cara menguburkan mayat. Menguburkan mayat adalah menanamnya kedalam tanah agar tidak tercium bau busuknya dan tidak diganggu binatang. Berikut panduan menguburkan mayat lebih lanjut.

Dalam Islam tidak ada jenis yang lain semisal membakar mayat, membiarkan mayat di suatu tempat sampai hancur, menyimpan mayat/diawetkan. Islam mengajarkan kepada kita bahwa semua yang berasal dari tanah akan kembali ke tanah. Oleh karena itu kewajiban kita sebagai umat Islam apabila ada saudara kita yang meninggal maka sudah sepantasnya dikuburkan.

Panduan menguburkan mayat dan adabnya sebagai berikut:

  • Apabila jenazah sudah disembahyangkan maka bawalah dengan segera ke tempat penguburannya.
  • Iringkanlah jenazah tersebut dengan berjalan di sekelilingnya dan diam lebih baik daripada berbicara.
  • Perempuan jangan turun mengiringi jenazah.
  • Orang yang mengantarkannya jangan duduk, sehingga jenazah yang dibawa itu telah diletakkan orang. Dan bilamana jenazah yang akan lewat dihadapan kita (walaupun jenazah orang yahudi atau nasrani) hendaklah kita berdiri sampai jenazah tersebut melewati kita atau telah diletakkan, sebagaimana Rasulullah selalu berdiri jika ada jenazah lewat.
  • Sebaik-baik mayat dikuburkan pada kuburan kaum muslimin daripada sendirian atau kuburan non muslim.

Membuat liang kubur:

Perhatikan arah kiblat dengan kompas atau yang lain, panjang galian tergantung panjang pendeknya mayit atau peti mayatnya.

Gali lobang kira-kira setinggi orang berdiri (kurang lebih 1,5 meter) disunnahkan lebih dalam dan lebih luas.

Gali lubang lahad yaitu lubang yang dibuat didasar kubur tempat membaringkan mayat.

liang lahad
skema liang lahad (pelajaran.co.id)

Petugas dibawah kubur:

Maksimal 3 orang agar tidak berdesakan untuk menyambut mayit yang diturunkan.

Orang-orang yang ikut turun ke dalam kubur untuk membaringkan dan meletakkannya hendaklah orang-orang yang pada malam harinya tidak berjima’ . Demikian menurut hadits.

Memasukkan Mayit:

Mayit dimasukkan kedalam lubang kubur dimulai arah kaki kubur kemudian diturunkan perlahan-lahan sampai ke dasar lahad.

Bacaan sewaktu mayit diletakkan adalah:

 

بِسْمِ اللَّهِ وَعَلَى مِلَّةِ رَسُوْلِ اللَّهِ

Bismillah wa’alaa millati rasulillah

(Dengan nama Allah dan menurut agama yang dibawa Rasulullah).

Cara meletakkan mayit dibaringkan diatas rusuknya (miring dengan tangan kanan bagian bawah dan menghadap qiblat).

Lepas setiap ikatannya..

Buka wajahnya..

Beri bantal tanah dan diberi penahan supaya tidak telentang.

Bila sudah dibaringkan, pasang papan penutup (dinding ari) sepanjang lubang kubur.

Mulailah menjatuhkan tanah diarah kepala mayit 3 kali dan membaca:

“minha khalaqnaakum, wafiiha nu’idukum, waminha nukhrijukum taaratan ukhraa.”

Timbunlah tanah perlahan sampai semuanya tertutup. Tinggi tanah hanya satu jengkal dari permukaan, jangan tinggi-tinggi karena Nabi SAW melarang menimbun terlalu tinggi.

Buatkan tanda batu nisan (boleh dengan kayu yang keras tahan tidak lapuk). Boleh diberi tanaman diatasnya.

Didoakan setelah selesai penguburan (talkin mayit)

Penguburan selesai..

Hal-hal yang harus diperhatikan:

  • Jangan menguburkan mayit pada waktu tepat tengah hari, waktu matahari sedang terbit, dan waktu matahari hampir terbenam.
  • Sebaiknya mayit dikuburkan siang hari, kecuali ada hal-hal yang dirasa perlu untuk menguburkannya malam hari seperti rusak atau telah berubah keadaannya.
  • Jangan membuat bangunan diatas kubur, banyak hadits Nabi yang melarang hal tersebut.
  • Jika tiba di pekuburan sedangkan kubur masih dalam tahap penggalian, maka duduklah menghadap qiblat, jangan duduk di atas kubur dan jangan berjalan diantara kuburan dengan alas kaki

Pertanyaan Umum:

Bolehkah mayat dimasukkan kedalam peti?

Jawaban:

Dimasa Rasulullah SAW, Sahabat danTabi’in semua mayat dimasukkan kedalam kubur tanpa peti. Tidak ada pendapat mereka dimasukkan dengan menggunakan peti dan petinya ditanam didalam kubur. Disana tanahnya kering dan tandus. Adapun dinegeri kita Indonesia tanahnya banyak mengandung air dan kadang bisa lebih tinggi dari tanah. Kalau mayit dimasukkan kedalam kubur berair banyaklah kesukaran atau mudharatnya. Keadaan yang mudharat membolehkan sesuatu yang terlarang. Oleh sebab itu jika tidak ada darurat maka jangan memakai peti seperti keadaan dimasa Nabi SAW, Sahabat dan Tabiin.

Bolehkah membawa jenazah ke negeri orang lain?

Jawaban:

Mengenai hal ini para ulama berbeda pendapat:

  1. Ulama Syafi’i mengatakan haram membawa jenazah tersebut dari suatu negeri ke negeri yang lain, kecuali ke kota Makkah atau Madinah atau Baitul Makdis.
  2. Ulama Maliki mengatakan boleh mmbawanya bila ada keperluan
  3. Ulama Hanafi mengatakan makruh membawanya karena di zaman Nabi SAW mayit itu dikuburkan di negeri dimana ia meninggal.
  4. Ulama Hambali mengatakan terlarang membawanya. Tetapi Imam Ahmad bin Hambal mengatakan: “saya berpendapat tidak apa jenazah itu dibawa dari satu negeri ke negeri yang lain.”

Mengingat beberapa pendapat tersebut sebaiknya ditinjau dulu kepentingan dan keperluan membawanya antara kebaikan dan mudharatnya.

Bolehkah membongkar dan memindah kubur?

Jawaban:

Mayat yang telah dikubur dilarang dibongkar lagi atau dipindah ketempat lain. Kecuali ada keperluan yang sungguh sungguh. Umpama mayit belum dimandikan, atau kesalahan tidak menghadap qiblat dan lain-lain termasuk perbuatan darurat.

Memindahkannya pun demikian juga, terkecuali kalau memang benar-benar perlu seperti akan dibuat suatu bangunan di komplek itu atau kuburan tersebut runtuh oleh arus air sungai dan sebagainya.

Demikian ulasan mengenai panduan menguburkan mayat yang dapat kami share. semoga bermanfaat. Bila ada yang perlu didiskusikan bisa ditanyakan di kolom komentar.

Terima kasih. Wassalamualaikum..

Tentang Penulis

Khamsul khair

Terima kasih telah mengunjungi blog sederhana ini. Semoga berkah dan bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *