Penyebab-anak-nakal-dan-susah-diatur

8 Hal Penyebab Anak Nakal dan Susah Diatur Menurut Islam

Assalamu’alaikum sobat rohaniawan… Bagaimana kabar anda hari ini? Semoga Allah Ta’ala selalu memberikan kesehatan kepada sobat sekalian. Kali ini kita sedikit membahas mengenai penyebab anak nakal dan susah diatur dalam pandangan Islam.

Anak merupakan anugerah Allah SWT yang harus kita jaga sob, karena kita dituntut di akhirat nanti bagaimana pertanggung jawaban kita kepada anak kelak baik dari segi pendidikannya, nafkahnya, maupun ibadahnya.

Nah memiliki anak yang sholeh sholehah tentu dambaan kita semua. Kita rela mengeluarkan uang yang banyak untuk pendidikannya untuk apa? Pada akhirnya kita ingin agar si anak memiliki ilmu yang cukup dalam mengarungi kehidupannya dan juga agar ia taat terhadap perintah kita dan kepada Tuhannya.

Tetapi, tidak semua hal tersebut menjadi kenyataan, kadang sudah susah payah mendidiknya dan memasukkannya di sekolah ternama malah kelakuannya jauh dari harapan, bisa berkata-kata kasar, tidak ada sopan santun, dan bahkan terpengaruh oleh teman-temannya seperti ikut memakai obat-obatan terlarang. Na’uzubillah.

Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Apa yang salah? Tentunya tidak lepas daripada takdir Allah SWT. Seperti kisah anak Nabi Nuh yang durhaka terhadap orang tuanya, padahal ayahnya Nabi? kurang apa didikannya terhadap anak. Tetapi sebelum berbicara takdir, ada baiknya kita koreksi diri kita.

Nah sobat sekalian didalam Islam memang takdir berlaku sesuai dengan kehendak Allah SWT, tidak ada yang dapat merubahnya kecuali Allah sendiri. Tetapi ada penyebab anak kita menjadi nakal kadang karena kesalahan kita sendiri. Berikut faktor penyebab anak nakal dan susah diatur menurut pandangan Islam:

1. Kita memberi mereka makanan yang haram

Ini adalah poin utama sob penyebab kenakalan anak dan dia tidak mempan diajak untuk berbuat baik. Anak menjadi bebal (tidak bisa menerima nasehat baik) dan selalu tertarik untuk berbuat jahat dikarenakan makanan yang dimakan adalah makanan haram. Makanan haram bisa berasal dari pendapatan yang haram seperti uang menipu, mencuri, korupsi, jual beli yang dilarang dan jalur lainnya yang tidak halal. Makanan bisa juga didapat oleh si anak sendiri karena kurangnya informasi dan pengaruh teman-temannya.

Makanan haram tersebut menjadi darah daging dan menuntut untuk terus ditambah dan ditambah, sehingga cahaya kebaikan tidak bisa menembus hatinya yang sudah dipenuhi dengan darah yang haram. Sehingga ilmu dan hidayah Allah tidak bisa masuk menyebabkan anak tersebut menjadi bodoh, tidak bisa menerima ilmu dan nasehat. untuk dalil-dalinya bisa klik disini.

Nah sobat sekalian, bagaimana kalau anak kita sudah terlanjur memakan makanan haram? maka kita sebagai orang tuanya bertaubat dan berjanji dari sekarang akan menyeleksi mana pendapatan yang halal dan mana pendapatan yang haram. Dan bertobat lah dengan sebenar-benarnya taubat. Berjanji untuk berusaha mendapatkan rezeki dari sesuatu yang halal serta doakan anak kita dengan penuh harap agar diampuni dosanya dan kita juga sebagai orang tuanya. Allah maha Penyayang kepada umatnya.

Makanan yang haram menyebabkan:

  1. Doa tidak dikabulkan
  2. Tubuh sulit untuk menerima kebaikan dan hidayah Allah
  3. Membawa kepada neraka.

2. Kita memberi contoh yang tidak baik

Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Begitulah kiranya istilah yang tepat untukmenggambarkan sifat anak anak sekarang. Apabila anak nakal maka kita perlu koreksi diri kita apakah kita mencontohkan yang tidak baik ataukah itu hukum Allah karena dulunya sewaktu kecil kita juga nakal dan susah diatur.

Sebagaimana Firman Allah SWT:

“Amat besar kemurkaan disisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan”. (As-Shaff: 3)

Nah sob, sebagai contoh pada waktu sholat magrib tiba, lalu kita menyuruh anak untuk sholat, sedangkan kita sedang menonton tv. Anak-anak dengan cara berpikirnya sendiri pasti berkata: “Bapakku saja nonton tv, kok aku malah disuruh sholat? Ngapain juga aku sholat”. Nah hal tersebut nampak bahwa kita lah yang bodoh menyuruh anak sholat. Yang seharusnya kitalah terlebih dahulu yang sudah siap untuk sholat agar ajakan kita memberi pengaruh yang kuat kepada anak.

Berbuat baiklah terlebih dulu untuk diri sendiri baru mengajak orang lain.

3. Kita mengabaikan pendidikan agama untuk anak kita

Pelajaran agama sangat penting untuk pertumbuhan mental spritual anak sebelum ia mengenal hal-hal lainnya. Apabila ia terkontaminasi oleh hal-hal luar seperti tontonan tv, video, media sosial yang sekarang sangat marak mencontohkan hal yang tidak baik maka penyebabnya anak kita mudah terpengaruh dan cenderung mengikuti apa yang dilihatnya. Itulah salah satu penyebab anak kita nakal dan susah diatur. Mereka nakal karena tidak mengenal agama, tidak mengenal adab dan kurang perhatian dan pengajaran agama.

Sebelum ia mengenal dunia kenalkanlah ia dengan agama, seperti membacakan ayat Al-Qur’an semasa ia masih dalam kandungan, memberikan pengajaran sholat dan membaca Al-Qur’an ketika ia sudah mulai bisa bermain, dan memberikan pelajaran adab sesuai dengan pemahamannya sehingga ketika sudah beranjak remaja ia sudah dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah.

Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:

“Perintahkan anak-anak kalian untuk sholat ketika mereka berumur 7 tahun, Pukul mereka ketika tidak mengerjakannya ketika mereka berumur 10 tahun. Pisahkanlah tempat-tempat tidur mereka. (H.R. Abu Dawud).

Nah sobat sekalian, Dalam hal ini kita lah yang harus berperan aktif, mengajarnya sholat, menyuruh untuk berdoa dalam setiap kegiatannya, bahkan kalau kita bisa mengajarinya ngaji, maka ajarilah. kalau tidak bisa maka mintalah orang lain untuk mengajarnya mengaji atau dimasukkan ke sekolah TPA agar lebih mudah membimbingnya. biasakanlah untuk selalu menyisipkan ajaran agama Islam disetiap kegiatannya sehari-hari dimulai bangun tidurnya sampai kembali tidur.

Arahkanlah anak kita untuk belajar agama dan akhlak yang baik sedari kecil, nanti kita sendiri yang akan memanen hasilnya.

4. Pergaulan anak yang tidak terkontrol

Nah sob, Kita harus ekstra hati-hati memilih teman-teman untuk anak kita, karena dari teman lah ia akan terpengaruh apakah nantinya anak kita prilakunya akan baik atau buruk. Ucapan-ucapan kasar dari teman-temannya akan membekas di ingatannya dan lambat laun ia juga akan mengucapkannya.

Jangan biarkan anak kita jalan-jalan tanpa arah dan bergaul dengan teman-teman yang sudah nampak bahwa temannya itu bukan orang baik. Apalagi sudah pernah ketahuan melakukan hal terlarang seperti mabuk-mabukan, obat-obatan dan lain-lain. Ajarilah anak kita untuk memilih teman, ataupun kita yang memilihkan temannya agar segala aktivitasnya dapat kita kontrol. Sebagaimana Sabda Rasulullah SAW:

“Seseorang itu tergantung pada agama temannya. Oleh karena itu salah satu diantara kalian hendaknya memperhatikan siapa yang dia jadikan teman”. (H.R. Abu dawud dan At-Tirmidzi).

Awasi dengan siapa anak bergaul, karena baik buruknya sifat anak tergantung teman-temannya

5. Anak kurang kasih sayang dan kurang komunikasi

Komunikasi itu sangat penting. Kadang anak ingin menceritakan sesuatu yang dianggapnya perlu diceritakan. Akan tetapi karena kita sibuk dengan kegiatan kita atau karena kita sebagai orang tua bukan pendengar yang baik akhirnya ia mengurungkan niatnya.

Anak mau bercerita itu artinya bagus. Ia mau terbuka dengan segala permasalahannya. Tetapi sesekali janganlah kita marah mendengar cerita yang tidak kita inginkan. Ia bercerita karena ia ingin solusi atas masalah yang dihadapinya dan yang perlu kita lakukan adalah mencarikan jalan keluarnya baik bimbingan, maupun arahan.

Komunikasi yang buruk dengan anak juga merupakan penyebab anak meminta perhatian dengan kenakalannya. Ia nakal karena tidak diperhatikan dan dan kita membayarnya dengan kemarahan. Marah bukanlah solusi. Marah hanya akan menambah masalah. Hal tersebut akan terus berulang sampai ia mendapat perhatian yang ia inginkan.

Biasakanlah kita sebagai orang tua meluangkan waktu untuk anak, apabila ia bertanya jawablah dengan baik, lembut, dan penuh kasih sayang, apabila ia ingin bercerita sesuatu maka dengarkanlah agar kedepannya nanti ia tidak tertutup dan menyimpan masalahnya sendiri. Rasulullah SAW sendiri sangat perhatian dan sangat menyayangi semua anak kecil. Bahkan Zaid bin Tsabit diangkat sebagai anak oleh Rasulullah karena kasih sayang beliau. Segala kebutuhan Zaid dicukupi oleh Rasulullah seperti orang tua sendiri.

Luangkan waktu untuk anak dan biarkan ia meluapkan segala permasalahannya.

6. Kita terlalu memanjakannya dengan materi

Sob, karena kita terlalu sibuk, kita menganggap bahwa memberi anak uang yang banyak dan berbelanja bebas sesuai keinginannya sebagai pengganti kasih sayang kita adalah solusinya. Padahal hal tersebut salah besar. Memanjakan anak hanya akan membuat anak malas dan membuatnya jadi pribadi yang suka berfoya-foya. Anak kita akan selalu menuntut ini dan itu dan apabila tidak dituruti ia akan marah dan membuat perhatian dengan kenakalannya. Dan bila hal tersebut sudah menjadi kebiasaan, maka suatu saat ia akan mekakukan hal terlarang untuk mendapatkan sesuatu yang ia inginkan.

Memberikan materi berlebih kepada anak akan menanamkan sifat sombong kepada anak terhadap teman-temannya dan membuat pribadi dan mental yang lemah. Apalagi suatu saat materi tersebut tidak didapatnya maka ia akan down dan berpotensi dibully teman-temannya karena materi yang dibangga-banggakannya sirna.

Rasulullah SAW bersabda:

Jauhilah oleh kalian prilaku berfoya-foya, karena sesungguhnya hamba-hamba Allah tidak suka berfoya-foya. (H.R. Ahmad & Baihaqi).

Memanjakan anak dengan materi menanamkan sifat sombong dan membuat anak memiliki pribadi yang lemah.

7. Kita terlalu keras memarahinya dan main tangan (memukul)

Kembali ke kita sob, yang membuat anak nakal dan susah diatur terkadang penyebabnya kita. Ketika ia yang cuma bertanya tentang sesuatu sedangkan kita yang lagi sibuk langsung menjawab dengan marah-marah, maka itu akan membekas didalam hatinya. Ia akan terbiasa dengan kemarahan dan mempengaruhi prilaku dan perkataannya.

Suatu saat ketika kita menyuruhnya atau meminta bantuannnya maka ia juga akan menjawab dengan nada tinggi. Karena apa? Karena kita yang sering mencontohkan hal tersebut.

Apalagi kalau kita sampai main tangan, menyuruh mengerjakan PR dipukul, menyuruh sholat dipukul. Maka suatu saat ketika ia sudah remaja atau dewasa hati-hati, mungkin kita yang akan dipukulnya karena kita sering memberi contoh kepadanya. Oleh karena itu kasih sayang dibutuhkan untuk anak agar pribadinya dan akhlaknya baik dan santun kepada orang tua.

Rasulullah hanya menyarankan memukul anak yang tidak mau sholat pada umur 10 tahun. Itupun dengan memukulnya di telapak tangan atau kaki dengan pukulan yang tidak menyakitkan.

8. Kita lupa mendoakannya

Dari semua hal tersebut sob apabila semuanya sudah kita jalankan, baik kita memberinya makanan dan nafkah yang halal, anak sudah dibimbing dijalur agama, diajarkan sopan santun, bergaul di lingkungan yang baik. Akan tetapi anak masih tetap nakal dan susah diatur maka serahkanlah kepada Allah SWT. Memohon dengan penuh harap semoga Dia merubah kelakuan anak yang nakal tersebut menjadi anak sholeh sholehah. Insya Allah, Allah mendengarkan doa kita sebagai orang tua dan memberikan jalan bagi anak kita untuk sadar dan insyaf dengan sendirinya.

Doa adalah salah satu ikhtiar agar anak selalu taat kepada orang tua dan menjadi anak yang sholeh dan sholehah.

Sobat rohaniawan yang dirahmati Allah SWT, Dari kesemua poin diatas hal yang mendasar penyebab anak nakal dan susah diatur adalah karena mereka terkontaminasi makanan yang haram sob.

Mengapa demikian?

Karena memang Allah SWT sudah memberikan peringatan kepada kita bahwa makanan yang haram menyebabkan tubuh kita mudah untuk melakukan hal yang tidak baik dan malas untuk beribadah. Selain itu juga doa kita sulit untuk dikabulkan. Bagaimanapun banyaknya kita meminta kepada Tuhan dan khusyu’nya kita berdoa maka doa akan tertahan dilangit. Tidak sampai ke hadirat Tuhan. ancaman neraka pun tak lepas dari makanan yang haram.

Makanan haram bisa berasal dari pendapatan yang haram seperti hasil curian, menipu, korupsi dan segala sesuatu yang didapatkan dengan jalan yang dilarang Allah dan juga bisa jenis makanannya yang haram seperti babi, bangkai, binatang yang disembelih atas selain nama Allah dan jenis lainnya.

Maka jauhilah makanan haram untuk keluarga kita dan carilah pendapatan yang halal walaupun sedikit tetapi memberi berkah itu lebih baik daripada penghasilan banyak tetapi dengan jalan yang haram. Dan apabila sudah terlanjur maka bertobatlah. Allah Maha Pengampun dan menyukai hamba-Nya yang bertaubat.

Nah sobat sekalian demikian penyebab anak nakal dan susah diatur sesuai sudut pandang Islam. Semoga anak-anak kita semua menjadi anak yang sholeh sholehah, mendapat hidayah dan dapat berbakti kepada orang tuanya. amin.

Wallahu ‘alamu bisshowab.

Baca juga: Ingin rezeki tak terduga, Amalkan 6 ajaran Rasulullah ini

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *