Cloud Hosting Indonesia Hosting Unlimited Indonesia

Renungan Harian, Perasaan yang Menipu Diri-Sendiri

renungan-harian

Rohaniawan.com Assalamualaikum sobat sekalian, Semoga selalu sehat wal afiat dan mendapat rezeki yang halal dan melimpah. Disela-sela kesibukan kita bekerja cobalah sebentar kita resapi renungan harian kali ini.

Nah sob, pikiran kita memang banyak tipu-tipunya, karena dengan mudah bisikan iblis dan setan merasuk dan ikut mengontrol emosi kita. Berikut renungan harian bagi kita agar kita sadar betapa banyak kekurangan kita.

  • Merasa dekat dengan Allah, padahal kita jarang melakukan ketaatan.

Sob, ini perasaan yang harus kita waspadai, walaupun ibaratnya kita sudah maksimal beribadah mendekatkan diri kepada Allah, tetap saja perasaan ini harus dibuang jauh-jauh.

Memang sudah berapa banyak ibadah yang dilakukan? sudah berapa banyak amalan sunnah yang di istiqamahkan?

Merasa dekat dengan Allah malah akan menimbulkan ujub dan benih benih kemalasan dihati kita untuk beribadah. Oleh karena itu jadilah orang yang merasa jauh dengan Allah, sehingga kita akan terus berusaha untuk mendekat kepada-Nya.

  • Merasa sudah banyak pahala, padahal kita jarang beramal

Bisakah sobat menghitung pahala yang sudah masuk hari ini?

Tidak.

Terus bagaimana kita bisa mengetahui seberapa pahala yang sudah kita dapat kalau kita tidak bisa menghitungnya?

Kan ane rajin sedekah, rajin ngaji, sholat nggak pernah bolong jadi banyak dong pahalanya.

Terus diterima Allah apa enggak ibadahnya?

Ya enggak tau dah.

Wujud pahala itu seperti apa sih? pernah lihat?

Nggak tau juga.

Merasa memiliki pahala yang banyak karena banyaknya ibadah yang ia kerjakan sebenarnya itu hanyalah perasaan yang dapat menipu diri sendiri.

Mengapa?

Ibadah yang kita kerjakan saja kita belum tau dan belum tentu Allah Ta’ala menerimanya.

Oleh karena itu, orang yang terbaik adalah orang yang beribadah dengan berharap keridhaan Allah SWT, bukan mengharap pahala, takut kalau ibadahnya tidak diterima dan takut akan siksa-Nya.

Sifat inilah yang semestinya harus kita tanamkan.

Jangan sedikitpun merasa memiliki banyak pahala. Karena kita tidak tahu wujud pahala, kita tidak bisa menghitungnya dan kita tidak tahu apakah ibadah kita diterima oleh Allah SWT.

  • Merasa menjadi hamba Allah, padahal kita sering melanggar perintah dan larangan-Nya

Menjadi hamba Allah artinya kita tidak menjadi hamba yang lain. Semua perintah dan larangan-Nya harus dan wajib dikerjakan. Akan tetapi, kita sering menentukan perintah iblis dan syetan sebagai rule model kita. Sudah pantaskah kita disebut sebagai hamba Allah?

Memang setiap hari kita sebagai manusia tidak luput dari dosa dan maksiat, godaan iblis dan syetan sangat nyata dan enak untuk diikuti.

Tetapi, Iblis dan syetan itu memilih jalan ke neraka.

Artinya setiap orang yang menghamba kepada Iblis dan syetan rela ikut serta masuk neraka.

Jelas kita semua tidak mau.

Nah sob, jadilah hamba Allah yang sesungguhnya yaitu hamba yang berusaha berjalan dijalan yang lurus, dan yang bertaubat apabila melakukan kesalahan serta berjanji tidak mengulanginya kembali.

  • Merasa diistimewakan Allah, padahal semuanya hanyalah ujian

Berhati-hatilah.. Tidak pernah sakit, harta melimpah, hidup enak dan beribadah pun enak bukan berarti Allah SWT mengistimewakan kita dibandingkan orang lain. Justru hal tersebut merupakan ujian yang kebanyakan kita terbuai dan merasa Tuhan memuliakan kita.

Kebanyakan manusia ketika diuji dengan musibah masih dapat bertahan dan selalu ingat kepada Allah. Tetapi ketika diuji dengan kenikmatan maka disaat itulah manusia jatuh dalam kenistaan.

Ketika diberikan Allah SWT semua fasilitas hidup dengan mudah, maka dihati manusia pasti berkata: Tuhanku menyayangiku dan memuliakanku. Sedangkan ketika nikmat tersebut dibatasi dan diberikan musibah, manusia pun berkata: tuhanku menghinakanku.

Lalu kita harus bersikap seperti apa?

Pertama apabila diberikan Allah nikmat hidup maka syukurilah dan takutlah kalau-kalau nikmat tersebut hanyalah lanjuran semata. Kedua, pergunakan nikmat tersebut untuk kepentingan ibadah dan mengharapkan keridhaan-Nya.

  • Merasa mudah mendapat ampunan, namun kita terus menerus melakukan dosa tanpa penyesalan

Allah SWT memang Maha Pengampun, tetapi apakah kita tidak memiliki rasa malu karena terus menerus melakukan dosa, terlebih lagi dosa besar yang kita lakukan?

Dalam Al-Qur’an dijelaskan Allah SWT mengampuni semua dosa kecuali syirik/menyekutukan Allah dengan sesuatu.

Yang kita khawatirkan, bagaimana seandainya kematian menjemput kita ketika kita tidak sempat bertobat?

Nah sob, syarat tobat yang sesungguhnya yaitu memohon ampunan Allah, menyesali dosa yang dilakukan, berjanji dengan sepenuh hati untuk tidak mengulanginya dan memohon maaf apabila dosa tersebut terkait dengan orang lain.

empat item tersebut haruslah terpenuhi agar benar-benar mendapat ampunan Allah.

Apabila kita menganggap ringan hal tersebut. Berhati-hatilah segala maksiat yang terus menerus dilakukan akan dilanjurkan/dibiarkan oleh Allah SWT agar siksanya nanti di akhirat tidak tanggung-tanggung lagi.

  • Merasa tidak akan mati, padahal kematian didepan mata

Nah sob, perasaan  ini juga harus kita hindari, merasa memiliki umur panjang hanyalah fatamorgana, dibanding waktu akhirat, kita hanyalah hitungan setengah hari hidup di dunia ini.

Mati itu nyata bagi setiap makhluk dan tidak bisa dimajukan atau dimundurkan. semuanya sudah diatur oleh yang Allah yang Maha Kuasa.

Mati juga tidak memandang umur. Mau tua, muda, dan bayi sekalipun bisa mati dimana saja dan kapan saja sesuai dengan ketetapan-Nya.

Coba kita lihat, banyak sekali kematian mendadak saat ini. Masih yakinkah umur kita panjang?

Sikap terbaik untuk kita yaitu mengingat mati dan mempersiapkan bekal untuk mati. Berdoa kepada Allah SWT agar diberikan kematian yang manis dan khusnul khatimah.

Demikian renungan harian kali ini, semoga renungan harian ini dapat bermanfaat  dan juga semoga Allah memberikan hidayah kepada kita semua. Amin ya rabbal ‘alamin.

Wallahu ‘alam bisshowab.

Baca juga:

Tentang Penulis

Khamsul khair

Terima kasih telah mengunjungi blog sederhana ini. Semoga berkah dan bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *