Cloud Hosting Indonesia Hosting Unlimited Indonesia

Tata Cara Aqiqah Sesuai Sunnah Rasulullah SAW

tata-cara-aqiqah-sesuai-sunnah

Assalamu’alaikum sobat rohaniawan. Semoga selalu sehat dan mendapatkan rezeki yang berlimpah. Kali ini kita akan membahas mengenai tata cara aqiqah sesuai sunnah Rasulullah dan tasmiyah lengkap dengan doanya.

Pengertian Aqiqah

Kata Aqiqah adalah berasal dari bahasa arab yaitu “al qat’u” yang berarti memotong. Aqiqah adalah proses menyembelih hewan (terutama kambing) pada hari ke-7 setelah kelahiran seorang anak.

Syukuran aqiqah ini biasanya dilakukan untuk ungkapan rasa bahagia terhadap kelahiran buah hati dan juga didalam aqiqah diniatkan untuk memotong sifat liar “kebinatangan” seorang anak agar nantinya anak tersebut tidak nakal, bandel, dan melawan dengan orang tua.

Aqiqah ini biasanya langsung digabung dengan pemberian nama anak (tasmiyah) pada hari ketujuh kelahiran anak tersebut. Jadi pada saat tasmiyah dilaksanakan dan untuk hidangan makanannya adalah kambing aqiqah.

Hukum Aqiqah

Sesuai dengan kesepakatan jumhur Ulama, aqiqah hukumnya adalah sunnah muakkad (sunnah yang sangat dianjurkan) untuk yang memiliki dana lebih.

Dalam hal ini apabila orang tua sang bayi memiliki kemampuan untuk membeli hewan aqiqah maka bersegeralah untuk melaksanakannya pada hari ke-7 dilangsungkan dengan pemberian nama bayi (tasmiyah).

Apabila orang tua tidak mampu untuk mengaqiqahi sang bayi, maka boleh aqiqahnya ditangguhkan sampai memiliki kesanggupan dilain waktu, akan tetapi kalau memang tidak bisa sama sekali melaksanakannya maka tidak mengapa.

Ada pendapat sang bayi boleh mengaqiqahi dirinya sendiri bila telah dewasa dan memiliki kesanggupan untuk aqiqahnya, tetapi pendapat tersebut lemah.

Syarat Aqiqah

  1. Untuk binatang aqiqah berupa kambing atau domba yang sehat tidak cacat, umurnya lebih dari setengah tahun. (Ada pendapat yang membolehkan binatang sapi tetapi pendapat ini lemah). Boleh jantan atau betina karena syarat ini tidak dikhususkan dan tidak ditemukan dalam hadits.
  2. Bayi laki-laki 2 ekor kambing sedangkan bayi perempuan 1 ekor kambing
  3. Dilaksanakan pada hari ke-7 atau kelipatannya yaitu hari ke-14 atau ke-21 apabila berhalangan
  4. Danging aqiqah dimasak (tidak seperti daging kurban yang mentah) dan dibagikan kepada orang lain baik dengan undangan ditempat atau dibagikan ke rumah-rumah tetangga.
  5. Aqiqah tidak bersifat memaksa bagi orang tua yang benar-benar tidak mampu.

Dalil Tentang Aqiqah

Terdapat banyak hadits tentang aqiqah dikutip dari berbagai sumber diantaranya:

“Semua bayi tergadaikan dengan aqiqah-nya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberi nama, dan dicukur rambutnya.” (Shahih, HR. Abu Dawud).

Dari Ummu Karaz al-Ka’biyah, Rasul SAW bersabda, “Bagi anak laki-laki disembelihkan dua ekor kambing dan bagi anak perempuan (disembelihkan satu ekor dan tidak memberatkan kamu sekalian apakah (sembelihan itu) termasuk hewan jantan atau betina,” (HR. Ahmad dan Tirmidzi).

Dari Ibnu Abbas bahwasannya Rasulullah bersabda : “Mengaqiqahi Hasan dan Husain dengan satu kambing dan satu kambing.” [HR Abu Dawud (2841).

“Dari Salman bin Amr ad-dhabi, mengatakan, Seseungguhnya anak itu di aqiqahi. Maka tumpahkanlah darah baginya dan jauhkanlah penyakit dari padanya (dengan mencukurnya),” (HR. Bukhari).

Nah dari beberapa hadits ini cukup sebagai landasan kita umat Islam bahwasanya Aqiqah adalah sunnah muaqqad yang dianjurkan bagi yang mampu. Selanjutnya kita masuk pada tata cara aqiqah sesuai sunnah nabi.

Tata Cara Menyembelih Hewan Aqiqah

Untuk aqiqah sebagai berikut:

  1. Pada saat penyembelihan, orang tua yang akan mengaqiqahi anaknya meniatkan menyembelih kambing tersebut untuk aqiqah. Gunakan benda yang sangat tajam seperti parang, mandau dll. Ingat jangan menggunakan pemotong yang tumpul karena akan menyakiti hewan.
  2. Potong dua jalur kehidupan bagi hewan yaitu jalur makanan dan jalur nafas. Niat menyembelihnya: Sahajaku menyembelih kambing ini untuk aqiqah anakku (sebut namanya) karena Allah Ta’ala.
  3. Atau bisa juga diserahkan kepada orang yang lebih ahli untuk menyembelihnya disertai serah terima (seperti aqad) contohnya: Aku atas nama anakku (sebut namanya) menyerahkan kambing aqiqah ini untuk disembelihkan kepada bapak. dan dijawab oleh petugas yang menyembelihnya: saya terima untuk menyembelihkannya.
  4. Setelah diniatkan untuk aqiqah, pada saat meletakkan benda tajam di leher kambing dan mulai menyembelih diikuti ucapan: Bismillah Allahu akbar.
  5. Memasak kambing tersebut (diutamakan masakan yang berkuah).
  6. Setelah seluruh hidangan siap, lanjut untuk menyiapkan acara tasmiyah (pemberian nama anak)
tata-cara-aqiqah-sesuai-sunnah
(Pemberian nama anak)

Tata Cara Tasmiyah

Berikut urutan tata cara tasmiyah:

  1. Siapkan 3 item yaitu pertama gunting rambut bayi, kedua makanan yang manis seperti kurma/madu/gula merah, dan ketiga yaitu wadah kecil/ mangkok kecil yang didalamnya berisi campuran air dan minyak harum dan alat penyiramnya seperti daun pandan yang dirobek-robek kecil dan diikat, selebihnya berbeda-beda menyesuaikan daerah masing-masing.
  2. Mintalah kepada seseorang di daerah tersebut yang ‘alim untuk memberikan nama kepada anak kita. Atau ustadz yang baik akhlaknya agar anak kita nantinya juga baik akhlak dan budi pekertinya.
  3. Undanglah tetangga dan teman-teman kita untuk menyaksikan pemberian nama tersebut karena doa mereka sangat kita harapkan.
  4. Setelah semua undangan berkumpul, maka dimulai prosesi tasmiyah dengan sambutan tuan rumah, Bayi digendong oleh ayahnya didepan Pemimpin acara (Ustadz yang ditunjuk).
  5. Selanjutnya dibacakan ayat suci Al-Qur’an khusus untuk tasmiyah (ayat nya yaitu surah Ali Imran ayat 33 sampai ayat 37). Setelah dibacakan ayat suci Al-Qur’an kemudian selanjutnya diserahkan kepada pemimpin acara.
  6. Ustadz memulai acara dengan kata-kata pembuka sebagai berikut:

Assalamualaikum wr. wb. 

Bapak-bapak dan ibu-ibu yang dirahmati Allah SWT. Didepan kita ada seorang anak-laki-laki/perempuan yang akan diberikan nama, Apabila disebutkan namanya maka kita bersama-sama menyahutnya dengan ucapan:

Baarakallahu lahuu wali waalidaih (atau baarakallahu lahaa waliwaalidaihaa untuk anak perempuan).

Note: kalimat diatas bisa dirubah atau ditambah sesuai sikon.

Selanjutnya pemimpin acara (Ustadz yang ditunjuk) memulai dengan tawassul, dan mulai memberikan nama dengan ucapan:

بِسْمِ اللهِ وَعَلَى مِلَّةِ رَسُوْلِ اللَّهِ صَلَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Bismillah wa ‘ala millati rasulillahi shollallahu ‘alaihi wasallam

يَا غُلَامْ / يَا غُلَا مَة

سَمَّيْتُكَ (كِ) بِمَا سَمَّكَ (كِ) اللهُ فِي لَوْحِ الْمَحْفُوْظِ فلان ابن فلان

Ya ghulam (untuk anak laki-laki)/ Ya gulaamah (untuk anak perempuan)

Sammaituka/ki bima sammakallahu/sammakillahu fi lauhil mahfudz, … (sebutkan nama si anak lengkap dengan binnya)

(Note: ka untuk bayi laki-laki, ki untuk bayi perempuan. Hi untuk laki-laki dan ha untuk perempuan. ingat lafadz tersebut diulang dua kali)

Dan yang ketiga kali dengan berbahasa indonesia sebagai berikut:

“Wahai anak laki-laki/ Wahai anak perempuan, Engkau aku beri nama dengan nama yang telah tertulis di lauhul mahfudz dan didalam qadha dan qadarnya Allah SWT dengan nama… (sebutkan namanya)”

(بَارَكَ (كِ) اللهَ لَهُ (هَا) وَلِوَالِدَيْهِ (هَا

Dan hadirin menjawab:

Baarakallaahu lahuu waliwaalidaih (untuk anak laki-laki)

Baarakillaahu lahaa waliwaalidaihaa (untuk anak perempuan)

7. Setelah selesai, Pemimpin acara berdoa dan selanjutnya mulai memotong rambut sang bayi sebagian, ada juga yang menggundulnya. Khusus untuk potongan rambutnya nanti ada baiknya rambut tersebut ditimbang dan beratnya diukur dengan ukuran emas dan diuangkan, dan uangnya disedekahkan untuk orang lain dengan nilai emas tersebut.

8. Pemimpin acara memberikan makan yang manis-manis seperti kurma/madu/gula merah (salah satunya saja) dengan jari manis yang kanan dan menyuapi sang bayi sampai dia terlihat mengemut rasanya. Tujuannya adalah bertafaul (mengambil berkah) dengan berharap agar wajah dan ucapan sang anak manis semanis kurma/madu. Tetapi hal ini bukan kewajiban dan tergantung daerah masing-masing.

9. Setelah selesai maka pemimpin acara membacakan syair sholawat nabi dan mulailah sang bayi dan wadah kecil berisi air dan minyak harum dibawa berkeliling di hadapan hadirin yang hadir sambil dibacakan sholawat nabi dalam bentuk Asyrokal, biasanya terdapat di maulid diba’i. Setiap orang yang hadir diminta mendoakan sang bayi sambil mengusap kepala bayi dengan daun pandan yang sudah dirobek-robek tersebut.

10. Setelah Asyrokal, seluruh hadirin duduk kembali dan pemimpin acara membaca doa terakhir, baik doa khusus untuk anak yang diaqiqahi maupun doa yang lain.

11. Selesai proses tersebut maka pemberian nama anak tersebut sudah lengkap.

12. Ajak makan tamu yang datang dengan kambing aqiqah yang sudah dimasak tersebut untuk dinikmati bersama-sama.

Demikian sobat sekalian tata cara aqiqah sesuai sunnah nabi. Apabila ada yang berbeda disetiap daerah mungkin dikarenakan adat istiadatnya yang berbeda, yang terpenting tidak melenceng dari syariat Islam.

Doa Aqiqah

Berikut doa untuk aqiqah, doa ini dibaca setelah selesai memberi nama anak, ketika membacanya awalilah dengan sholawat dan akhiri juga dengan sholawat agar doa cepat dikabulkan. Doanya sebagai berikut:

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ هَذَا الْاِسْمَ اِسْمًا مُبَرَكًا لَهُ وَاجْعَلْ بِطَاعَتِكَ اشْتِغَالَهُ وَطَلَبِ عَمَلِكَ اجْتِحَادَهُ. اَللَّهُمَّ اجْعَلْ وَلَدَهُ وَلَدًا صَالِحًا وَطَاعَةً لِاَبَوَيْهِ وَطَاعَةً لِرَبِّهِ. اَللَّهُمَّ طَوِّلْ عُمْرَهُ فِي صِحَّةٍ وَعَافِيَةٍ وَحَقِّقْ بِالزِّيَادَةِ عَمَلَهُ وَاخْتِمْ بِالصَّالِحَاتِ اَجَلَهُ. اَللَّهُمَّ اجْعَلْ اِيْمَانَهُ كَاِيْمَانِ نَبِيِّكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ صَلَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنَ. اَللَّهُمَّ بَارِكْ فِيْهِ وَانْشُرْ مِنْهُ وَاجْعَلْهُ فِى عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ. ربَّنَا اَتِنَا فىِ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاَخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

Allahummaj ‘al hadzal isma isman mubaarakan waj’al bithoo’atikasy tigaalahuu watholaba ‘amalikaj tihaadahuu. Allahummaj ‘al waladahuu waladan shoolihan wa thoo’atan liabawaihi wathoo’atan lirabbihi. Allahumma thowwil ‘umurahu fii sihhatin wa ‘aafiyatin wahaqqiq biz ziyaadati ‘amalahuu wakhtim bis shoolihaati ajalahu. Allahummaj ‘al iimaanahuu ka imaani nabiyyika warasuulika muhammadin shollallaahu ‘alaihi wasallama ilaa yaumid diin. Allahumma baarik fiihi wansyur minhu waj’alhu fii ‘ibaadikas shoolihiin. Rabbanaa aatinaa fiddun yaa hasanataw wafil aakhirati hasanataw waqinaa ‘azaaban naar. 

Ya Allah jadikanlah nama ini nama yang penuh berkah baginya. Ya Allah jadikan anak ini anak yang sholeh/sholehah taat kepada orang tuanya dan taat kepada Tuhannya. Ya Allah panjangkanlah umurnya dalam kesehatan dan keafiatan dan tetapkan dengan bertambah amalnya dan akhirilah ajalnya (nanti) dengan derajat orang sholeh. Ya Allah jadikan imannya seperti iman nabi-Mu dan Rasul-Mu Muhammad sampai hari kiamat. Ya Allah berikan berkah padanya dan tolonglah ia dan jadikan ia sebagai hamba-Mu dari golongan orang yang sholeh. Wahai Tuhan kami, berilah kami di dunia kebaikan dan di akhirat kami akan kebaikan dan jauhkan kami dari azab neraka.

Untuk doa ini boleh ditambah dengan doa yang lain. Intinya kita mendoakan si anak agar menjadi anak yang sholeh sholehah, baik akhlaknya dan berbakti kepada orang tuanya.

Hikmah Perayaan Aqiqah

Adapun hikmah dari perayaan aqiqah yaitu:

  1. Merupakan ungkapan kesyukuran atas kelahiran si buah hati. Apalagi yang belum memiliki anak sama sekali.
  2. Mendapatkan pahala sunnah terutama sunnah muakkad (yang sangat dianjurkan) oleh Rasulullah SAW.
  3. Menambah erat tali silaturrahmi dengan keluarga, kerabat dekat dan tetangga.
  4. memotong rambut bayi dapat menghilangkan kotoran dan juga menguatkan syaraf-syaraf kepala.
  5. dengan menyembelih kambing aqiqah dapat menghilangkan sifat kebinatangan yang ada pada bayi.

Demikian pembahasan mengenai tata cara aqiqah sesuai sunnah Nabi dan tasmiyah lengkap dengan doanya. Semoga bermanfaat.

Wallahu ‘alam bisshowab.

Baca juga: Hadits tentang Sedekah dan Manfaatnya

Tentang Penulis

Khamsul khair

Terima kasih telah mengunjungi blog sederhana ini. Semoga berkah dan bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *