Cloud Hosting Indonesia Hosting Unlimited Indonesia

Tata Cara Sholat Taubat Beserta Doanya

Tata-cara-sholat-taubat

Assalamualaikum sobat sekalian, setiap hari kita tidak luput dari dosa dan maksiat, entah disengaja maupun tidak disengaja. Tetapi bagi kita yang ingin mensucikan diri dan kembali kepadanya maka ada baiknya kita menyesali segala perbuatan buruk yang kita lakukan dan bertaubat. Nah sekarang bagaimana tata cara sholat taubat, langsung saja kita bahas disini.

Sholat taubat adalah sholat sunnah dalam rangka meminta ampun kepada Allah SWT atas segala dosa yang dikerjakan baik dosa besar maupun kecil. Sebelum melaksanakan sholat ini ada baiknya kita menjalankan syarat taubat nasuha yaitu:

  1. Menyesali dengan sepenuh hati perbuatan dosa yang telah dilakukan
  2. Berjanji dan bertekad untuk tidak mengulanginya lagi
  3. Memohon maaf kepada orang lain yang terlibat apabila dosa tersebut berkaitan dengan orang lain.

Nah, setelah syarat diatas sudah dilakukan, maka kita tambah dengan amaliah sholat taubat ini berdasarkan daripada hadits Rasulullah SAW yang berbunyi:

Apabila ada orang yang melakukan suatu perbuatan dosa, kemudian dia berwudhu dengan sempurna, lalu dia mendirikan shalat dua rakaat, dan selanjutnya dia beristighfar memohon ampun kepada Allah, maka Allah pasti mengampuninya. (H.R. Abu Dawud, Ahmad, & Tirmidzi).

Nah sobat sekalian, mengenai sholat taubat ini biasanya dilaksanakan cukup 2 rakaat sedangkan maksimalnya terserah. Untuk mengerjakannya sebenarnya tidak ada batasan waktu kapan melaksanakannya atau sesuai keinginan, yang terbaik adalah pada waktu tengah malam dan sepertiga malam

Kecuali setelah sholat asar dan setelah sholat subuh ya sob dilarang mengerjakan sholat sunnah.

Untuk tata caranya yaitu sebagai berikut:

  • Membaca niat ketika takbiratul ihram, untuk niat sholat Taubat yaitu:

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Ushollii sunnatat taubati rak’ataini lillahi ta’ala

Aku sholat sunnat Taubat 2 rakaat karena Allah Ta’ala.

Note: Apabila sholat taubat berjamaah maka ditambah niatnya dengan kata makmuuman/imaaman.

  • Rakaat pertama setelah membaca surah fatihah membaca ayat:

وَ الَّذِيْنَ اِذَا فَعَلُوْا فَاحِشَةً اَوْ ظَلَمُوْآ اَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوااللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوْا لِذُنُوْبِهِمْ وَمَنْ يَّغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوْا عَلَى مَا فَعَلُوْا وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ. اُولَئِكَ جَزَآءُهُمْ مَغْفِرَةٌ مِّنْ رَّبِّهِمْ وَجَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهَارُ خَالِدِيْنَ فِيْهَا وَنِعْمَ اَجْرُ الْعَامِلِيْنَ

Walladziina idzaa fa’aluu faahisyatan au zholamuu anfusahum zakarullaaha fastagfaruu lizunuubihim, wamay yagfiruzzunuuba illallaah. walam yusirruu ‘alaa maa fa’alauu wahum ya’lamuun. Ulaaa ika jazaa uhum magfiratum mirrabbihim wa jannaatun tajrii min tahtihal anhaaru khoolidiina fiihaa, wani’ma ajrul ‘aamillin.

  • Rakaat kedua setelah fatihah membaca ayat:

وَمَنْ يَّعْمَلْ سُوْءً اَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللَّهَ يَجِدِ اللَّهَ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا . اَسْتَغْفِرُ اللَّهَ

Wamay ya’mal suu an au yazlim nafsahuu tsumma yastagfirillaaha yajidillaaha gafuurar rahiimaa. astagfirullah.

Note: astagfirullah dibaca 3 kali

Setelah selesai sholat membaca sayyidul istigfar , berikut doanya:

 اَللَّهُمَّ اَنْتَ رَبِّي لَا اِلَهَ اِلَّا اَنْتَ خَلَقْتَنِي وَاَنَا عَبْدُكَ وَاَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا سْتَطَعْتُ اَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ اَبُوْءُلَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَاَبُوْءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْلِيْ فَاِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلَّا اَنْتَ

Allahumma anta rabbi laa ilaaha illa anta kholaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘alaa ‘ahdika wawa’dika mas tatho’tu a’uuzubika min syarri maa shona’tu abuu ulaka bini’matika ‘alaiyya wa abuu ubizanbii fagfirlii fainnahuu laa yagfiruzzunuuba illaa anta.

Nah sob demikian cara sholat taubat.

Setelah kita sholat selanjutnya kita perbanyak istigfar, merenungi dan menyesali dosa yang telah dilakukan.

Rasulullah SAW adalah ma’sum (terjaga dari dosa) akan tetapi beliau tetap membaca istigfar setiap hari, karena beliau memberikan contoh yang terbaik kepada kita yang selalu bermaksiat kepada Allah agar bertaubat dan memohon ampunan-Nya.

Rasulullah SAW bersabda, ‘“Wahai sekalian manusia, bertaubatlah kalian kepada Allah dan mintalah ampun kepada-Nya, karena sesungguhnya aku bertaubat kepada Allah dan minta ampun kepada-Nya setiap hari sebanyak seratus kali.’” [H.R. Ahmad dan Thabrani)

Jangan sampai kita baru menyadari dosa tatkala nafas sudah habis di tenggorokan ketika menjelang ajal, karena taubat tersebut sudah tidak diterima Allah lagi sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba, selama (ruh) belum sampai di tenggorokan. (H.R At Tirmidzi, Hakim dan Ibnu Majah).

Demikian sobat sekalian pembahasan tentang tata cara sholat taubat dilengkapi dengan doanya. Semoga bermanfaat dan bisa diamalkan.

Wallahu ‘alam bisshowab.

baca juga:

Tentang Penulis

Khamsul khair

Terima kasih telah mengunjungi blog sederhana ini. Semoga berkah dan bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *