Tata Cara Ta’ziah dan Manfaatnya untuk Keluarga Almarhum

Tata-cara-Ta'ziah

Assalamu’alaikum sob… kali ini kita membahas tentang tata cara ta’ziah yang sebagian orang sudah meninggalkannya, apalagi di lingkungan perkotaan.

Perkara wajib yang dilakukan untuk orang yang meninggal dunia seperti memandikan, mengkafani, mensholatkan dan menguburkan mayit merupakan hal yang harus kita lakukan bersama-sama dalam rangka menggugurkan kewajiban fardhu kifayah sob.

Selain itu, ada perkara yang juga dianjurkan bahkan disunnahkan oleh agama dan sudah jarang terdengar atau kita lakukan adalah menghibur orang yang mengalami musibah kematian, baik keluarga, teman dekat yang istilah agamanya disebut dengan ta’ziah.

Padahal hal semacam ini sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW sebagaimana hadits-hadits tentang ta’ziah yang banyak disebutkan. Berikut pembahasan mengenai tata cara ta’ziah.

Makna Ta’ziah

Dalam bahasa kita sering disebut berbelasungkawa. Artinya ikut berduka cita atas musibah yang menimpa saudara kita.

Namun ta’ziah lebih dari sekedar belasungkawa sob…

Ta’ziah menurut syariat agama Islam adalah menyampaikan kepada orang yang tertimpa musibah kematian agar bersabar menerimanya dan mengingatkan janji pahala jika ia sabar dan mendoakan almarhum/ah supaya mendapat keampunan dari Allah SWT bila ia seorang muslim.

Tidak ada seorang mukmin pun yang melakukan ta’ziah kepada saudaranya melainkan Allah akan memberikan padanya pakaian kemuliaan pada hari kiamat. (H.R. Ibnu Majah)

Hukum Ta’ziah

Ta’ziah dalam ajaran agama Islam hukumnya adalah sunnat. Namun yang sunnat diberi ta’ziah adalah tiap-tiap orang yang kita anggap sangat merasakan kehilangan/berduka cita atas musibah tersebut. Baik almarhum tersebut muslim sedangkan keluarganya non muslim. atau sebaliknya.

Tetapi apabila orang yang meninggal dan keluarganya non muslim kita sebagai orang Islam tidak disunnahkan untuk ta’ziah. hukumnya hanyalah mubah/boleh.

Waktu Ta’ziah

Waktu ta’ziah adalah dimulai sejak terjadinya musibah kematian sampai tiga hari berikutnya. Dan yang paling afdhal adalah sebelum mayat dikuburkan.

Tidak dibolehkan laki-laki menta’ziahi perempuan muda yang bukan muhrim karena bisa menjadi fitnah. Kecuali bersama-sama dengan keluarganya maka hal tersebut tidak mengapa.

Adapun ta’ziah setelah tiga hari berikutnya adalah dihukumi makruh. Kecuali bagi orang yang baru mendengar atau baru datang dari daerah lain. Maka dihitung mulai waktu mendengar atau setelah datang.

Tidaklah dihalalkan bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari Kiamat, untuk berkabung lebih dari tiga hari, terkecuali berkabung kerana (ditinggal mati) suaminya, yaitu selama empat bulan sepuluh hari.” (HR Bukhari dan Muslim).

Lafadz Ta’ziah

Bila keluarga dan mayit sama-sama Islam, kita yang datang mengucapkan:

اَعْظَمَ اللَّهُ اَجْرَكَ وَاَحْسَنَ عَزَاءَكَ وَغَفَرَ لِمَيِّتِكَ

A’zhomallaahu a’jroka wa ahsana ‘azaa aka wa ghofaro limayyitika

Artinya: Mudah-mudahan Allah SWT membesarkan pahala kesabaran engkau serta diberi kesabaran dan mudah-mudahan Allah mengampuni bagi almarhum keluarga engkau.

Bila mayit muslim dan keluarganya non muslim:

غَفَرَ اللَّهُ لِمَيِّتِكَ وَاَحْسَنَ عَزَاءَكَ

Ghofarallaahu limayyitika wa ahsana ‘azaa aka.

Artinya: Mudah-mudahan Allah SWT memberikan keampunan kepada almarhum keluarga engkau serta engkau diberi kesabaran.

Bila mayit non muslim dan keluarganya Islam:

اَعْظَمَ اللَّهُ اَجْرَكَ وَصَبَّرَكَ

A’zhomallaahu aj’roka wa shobbaraka.

Artinya: Mudah-mudahan Allah SWT membesarkan pahala kesabaran engkau serta diberi kesabaran.

Adapun jawaban orang yang dita’ziahi dengan lafadz diatas maka jawabannya semuanya sama yaitu:

جَزَاكَ اللَّهُ خَيْرًا

Jazakallaahu khairan

Artinya: Semoga Allah memberikan balasan kebaikan kepadamu.

Cara Menyampaikan Ta’ziah

Menghibur orang yang sedang ditimpa musibah kematian diutamakan secara langsung dengan mengunjungi rumahnya atau tempat kediamannya. Agar kesedihan yang dialami orang tersebut lebih cepat menghilang dan perasaannya cepat membaik. Akan tetapi apabila tidak bisa datang karena urusan dan lain hal sebagainya maka lewat pesan surat, telepon juga tidak mengapa.

Tetapi coba kita bayangkan sob.

Lebih efektif yang mana? yang mengunjungi langsung atau lewat telepon? Tentunya langsung itu lebih berkesan ya sob.

Hikmah yang bisa kita ambil dari ta’ziah ini sob:

  • Menghilangkan duka orang lain
  • Meningkatkan dan mempererat tali silaturrahmi
  • Mendapatkan pahala dari Allah SWT
  • Dapat menjadi pelajaran bagi kita tentang kematian

Demikian panduan mengenai tata cara ta’ziah dan manfaatnya yang bisa kami share. Semoga bermanfaat sob.

Apabila ada yang perlu didiskusikan bisa ditanyakan dikolom komentar.

Jazakallahu khairan.

Tentang Penulis

Khamsul khair

Terima kasih telah mengunjungi blog sederhana ini. Semoga berkah dan bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *