Cloud Hosting Indonesia Hosting Unlimited Indonesia

Teks Khutbah Jumat Tentang Renungan Hati

teks-khutbah-jumat-renungan-hati

Assalamu’alaikum sobat rohaniawan, berikut teks khutbah jumat tentang renungan hati yang lengkap dari khutbah pertama dan khutbah kedua. Silahkan dipakai sebagai referensi khutbah sobat sekalian.


TEKS KHUTBAH JUMAT: RENUNGAN HATI

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ. اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي نَوَّرَ قُلُوْبَنَا عَلَى الْهُدَى. وَالَّذِيْ خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ اَيُّكُمْ اَحْسَنُ عَمَلًا. وَأَشْهَدُ أنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّالله. وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ خَاتَمُ الْاَنْبِيَاءِ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَبَارِكْ عَلىَ سَيَّدِنَا مُحمَّدٍ. سَيِّدِ المُرْسلين. وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ.  فَيَاأَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ أُوصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى الله وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ.

Hadirin Jamaah Jum’at Rahimakumullah.

Pada kesempatan kali ini, marilah kita bersama-sama untuk selalu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. dengan selalu mendekatkan diri kepada-Nya dan menjauhi segala larangan larangan-Nya.

Hadirin Jamaah Jum’at Rahimakumullah.

Ada lima macam perasaan yang dapat menipu diri kita sendiri yang bahkan mungkin saat ini kita tidak sadar kita sudah melakukannya.

Lima macam perasaan ini membuat kita lupa  dan membahayakan diri kita karena akan menumbuhkan sifat merasa lebih baik dari orang lain.

1.    Merasa dekat dengan Allah, padahal kita jarang melakukan ketaatan.

Jamaah sekalian yang dirahmati Allah.

Ini perasaan yang harus kita waspadai dan harus dibuang jauh-jauh.

Kalau kita merasa dekat dengan Allah, Memangnya sudah berapa banyak ibadah yang kita lakukan? sudah berapa banyak amalan sunnah yang kita istiqamahkan?

Merasa dekat dengan Allah malah akan menimbulkan ujub dan benih benih kemalasan dihati kita untuk beribadah. Oleh karena itu jadilah orang yang merasa jauh dengan Allah, sehingga kita akan terus berusaha untuk terus mendekat kepada-Nya.

2.    Merasa sudah banyak pahala, padahal kita jarang beramal

Jamaah sekalian, Merasa memiliki pahala yang banyak karena banyaknya ibadah yang ia kerjakan sebenarnya itu hanyalah perasaan yang dapat menipu diri sendiri.

Mengapa? Ibadah yang kita kerjakan saja belum tentu Allah Ta’ala menerimanya.

Merasa sudah memiliki pahala yang banyak adalah hanyalah angan-angan belaka, padahal melihat pahala saja kita tidak pernah, apalagi menghitungnya.

Oleh karena itu, orang yang terbaik adalah orang yang beribadah dengan berharap keridhaan Allah SWT, bukan mengharap pahala, takut kalau ibadahnya tidak diterima dan takut akan siksa-Nya.

Jangan sedikitpun merasa memiliki banyak pahala. Karena kita tidak tahu wujud pahala, kita tidak bisa menghitungnya dan kita tidak tahu apakah ibadah kita diterima oleh Allah SWT.

3.    Merasa diistimewakan Allah, padahal semuanya hanyalah ujian

Jamaah sekalian yang dirahmati Allah.

Berhati-hatilah.. Ketika kita tidak pernah sakit, harta melimpah, hidup enak dan bahkan beribadah pun nyaman bukan berarti Allah SWT mengistimewakan kita dibandingkan orang lain. Justru hal tersebut merupakan ujian yang kebanyakan kita terbuai dan merasa Tuhan memuliakan kita.

Firman Allah SWT:

فَأَمَّا ٱلۡإِنسَٰنُ إِذَا مَا ٱبۡتَلَىٰهُ رَبُّهُۥ فَأَكۡرَمَهُۥ وَنَعَّمَهُۥ فَيَقُولُ رَبِّيٓ أَكۡرَمَنِ ١٥ وَأَمَّآ إِذَا مَا ٱبۡتَلَىٰهُ فَقَدَرَ عَلَيۡهِ رِزۡقَهُۥ فَيَقُولُ رَبِّيٓ أَهَٰنَنِ ١٦

Artinya: Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata: “Tuhanku telah memuliakanku”. Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezekinya maka dia berkata: “Tuhanku menghinakanku.” (Q.S Al fajr: 15-16)

Kebanyakan manusia ketika diuji dengan musibah masih dapat bertahan dan selalu ingat kepada Allah. Tetapi ketika diuji dengan kenikmatan maka disaat itulah manusia jatuh dalam kenistaan.

Sikap terbaik yang harus kita tanamkan dihati adalah; Pertama apabila diberikan Allah nikmat hidup maka syukurilah dan takutlah kalau-kalau nikmat tersebut hanyalah lanjuran semata.; Kedua, pergunakan nikmat tersebut untuk kepentingan ibadah dan mengharapkan keridhaan-Nya.

4.    Merasa mudah mendapat ampunan, namun kita terus menerus melakukan dosa tanpa penyesalan

Allah SWT memang Maha Pengampun, tetapi apakah kita tidak memiliki rasa malu karena terus menerus melakukan dosa, terlebih lagi dosa besar yang kita lakukan?

Dalam Al-Qur’an dijelaskan Allah SWT mengampuni semua dosa kecuali syirik/menyekutukan Allah dengan sesuatu.

Yang kita khawatirkan, bagaimana seandainya kematian menjemput kita ketika kita tidak sempat bertobat bagaimana?

Syarat tobat yang sesungguhnya yaitu memohon ampunan Allah, menyesali dosa yang dilakukan, berjanji dengan sepenuh hati untuk tidak mengulanginya dan memohon maaf apabila dosa tersebut terkait dengan orang lain.

empat item tersebut haruslah terpenuhi agar benar-benar mendapat ampunan Allah.

Apabila kita menganggap ringan hal tersebut. Berhati-hatilah segala maksiat yang terus menerus dilakukan akan dilanjurkan oleh Allah SWT agar siksanya nanti di akhirat tidak tanggung-tanggung lagi. Nauzubillah min zalik.

5.    Merasa tidak akan mati, padahal kematian didepan mata

Jamaah sekalian, perasaan  ini juga harus kita hindari, merasa memiliki umur panjang hanyalah fatamorgana, dibanding waktu akhirat, kita hanyalah hitungan setengah hari hidup di dunia ini.

Mati itu nyata bagi setiap makhluk dan tidak bisa dimajukan atau dimundurkan. semuanya sudah diatur oleh yang Allah yang Maha Kuasa.

Mati juga tidak memandang umur. Mau tua, muda, dan bayi sekalipun bisa mati dimana saja dan kapan saja sesuai dengan ketetapan-Nya.

Coba kita lihat, banyak sekali kematian mendadak saat ini. Masih yakinkah umur kita panjang?

Sikap terbaik untuk kita yaitu mengingat mati dan mempersiapkan bekal untuk mati. Berdoa kepada Allah SWT agar diberikan kematian yang manis dan khusnul khatimah.

Semoga renungan ini dapat bermanfaat bagi diri kita, bahwa betapa banyak kekurangan diri kita yang harus kita perbaiki dan juga semoga Allah memberikan hidayah kepada kita semua. Amin ya rabbal ‘alamin.

فَاِذَا قُرِئَ الْقُرْاَن فَاسْتَمِعُوْا وَاَنْصِتُوْا لَعَلَّكُمْ  تُرْحَمُوْنَ

أعوذ بالله من الشيطان الرجيم

وَٱلۡعَصۡرِ.  إِنَّ ٱلۡإِنسَٰنَ لَفِي خُسۡرٍ.  إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلۡحَقِّ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلصَّبۡرِ .

بَارَكَ الله لِى وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِى وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمَ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَاِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ, وَأَقُوْلُ قَوْلى هَذَا فَاسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

 

Khotbah ke 2:

اَلْحَمْدُ لله حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا اَمَرَ. اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ اِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ وَ كَفَرَ. وَ اَشْهَدُ اَنَّ سَيَّدِنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ وَ حَبِيْبُهُ وَ خَلِيْلُهُ سَيِّدُ الْإِنْسِ وَ الْبَشَرِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَى  سَيَّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَ اَصْحَابِهِ وَ سَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.

اَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ الله اِتَّقُوْا الله وَ اعْلَمُوْا اَنَّ الله يُحِبُّ مَكَارِمَ الْأُمُوْرِ وَ اِنَّهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفَاسِقِيْنَ. فقال الله تعالى: إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِيِّۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيۡهِ وَسَلِّمُواْ تَسۡلِيمًا .اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَى سَيَّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِ سَيَّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ وَ سَلَّمْتَ وَ بَارَكْتَ عَلَى سَيَّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَ عَلَى اَلِ سَيَّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِى الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ وَارْضَ عَنِ خُلَفَاءِ الرَّاشِديْنَ. سَيِّدِنَا اَبِي بَكْرٍ وَّعُمَرُ وَ عُثْمَانَ وَعَلِى. وَعَن سَائِرِ اَصْحَابِ رَسُولِ اللهِ  اَجْمَعِيْنَ. وَعَنِ التَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنَ. أَمِيْنَ يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَ الْمُؤْمِنَاتِ وَ الْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَ الْأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ وَ قَاضِيَ الْحَاجَاتِ. رَبَّنَا هَبْلَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَ ذُرِّيَّتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَ اجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا. رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ الله! اِنَّ الله يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَ الْإِحْسَانِ وَ اِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَ يَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَ الْمُنْكَرِ وَ الْبَغْىِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَّكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوْا الله الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَ اشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَ لَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ وَ اللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ .


Demikian teks khutbah jumat ini saya share dimari. Semoga bermanfaat.

Wallahu ‘alamu bisshowab.

Baca juga teks khutbah jumat berikut:

Tentang Penulis

Khamsul khair

Terima kasih telah mengunjungi blog sederhana ini. Semoga berkah dan bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *