Tugas Pokok dan Fungsi Rohaniawan Islam di Rumah Sakit

tugas-pokok-dan-fungsi

 

Assalamualaikum sobat rohis, Nah bagi yang lagi mencari tugas pokok dan fungsi rohaniawan Islam di Rumah Sakit, berikut kami jabarkan tupoksi di RSUD H. Badaruddin Kasim Tanjung yang bertempat di Desa Maburai Kabupaten Tabalong.

Sebagai informasi, RSUD Badaruddin Kasim adalah yang pertama kali memiliki petugas rohaniawan di seluruh RSUD di Kalimantan Selatan selain Rumah Sakit Swasta. Tugas pokok dan fungsi rohaniawan Islam diperlukan agar petugasnya dapat memahami dan bekerja sesuai SOP yang diatur oleh Rumah Sakit.


TUGAS POKOK DAN FUNGSI

ROHANIAWAN ISLAM RSUD. H. BADARUDDIN TANJUNG

1. LATAR BELAKANG

Munculnya kegiatan kerohanian di lingkup Rumah Sakit H. Badaruddin Tanjung didasari dengan kebutuhan sebuah rumah sakit untuk menangani pasien yang gelisah ketika sakit dan kesulitan dalam melakukan ibadah dikarenakan ketidaktahuan tatacara ibadah ketika sakit karena tidak pernah dipelajari sebelumnya. Kerohanian juga memiliki fungsi sebagai motivator bagi pasien berdasarkan fakta yaitu banyaknya pasien yang mengeluh, emosional, tidak sabar terhadap penyakit yang dideritanya, serta kesulitan dan bingung bagaimana caranya sholat ketika sakit. Kerohanian juga sebagai persyaratan bahwa sebuah Rumah Sakit yang akan naik akreditasinya harus memiliki tim keagamaan baik Islam, Kristen dan agama lainnya (apabila diperlukan) sebagai pelengkap dibidang medis.

Prinsip Rumah Sakit H. Badaruddin yaitu  Rumah Sakit yang bukan hanya mengobati penyakit jasmani tetapi juga penyakit rohani. Oleh sebab itu Rumah Sakit H. Badaruddin Tanjung menyediakan petugas kerohanian yang siap mengunjungi pasien dan menjadi motivator bagi pasien yang kurang semangat menjalani masa sakitnya.

2. JUMLAH TENAGA ROHANIAWAN ISLAM RSUD H. BADARUDDIN

Dalam pelaksanaan kegiatan rohaniawan Islam ditenagai oleh dua (2) orang yang lulus seleksi penerimaan pegawai kontrak tahun 2016. Kegiatan ini sudah berjalan sejak Mei 2016. Pegawai kontrak kemungkinan akan ditambah apabila diperlukan.

3. TUGAS DAN FUNGSI ROHANIAWAN ISLAM

Adapun tugas rohaniawan yaitu:

  1. Kunjungan ke pasien rawat inap.
  2. Memberikan semangat, motivasi serta keyakinan bagi pasien untuk berfikir positif terhadap penyakitnya dan juga agar mempercepat kesembuhannya, membimbing dan mengajarkan tata cara beribadah baik thaharah maupun cara sholat ketika sakit dan mendoakan pasien agar cepat sembuh dari sakitnya.
  3. Membantu pelaksanaan pemulasaran jenazah di ruang mayat.
  4. Menerima panggilan dari pasien di luar jam kerja apabila diminta.

Kegiatan rohis yang sudah berjalan selama ini yaitu:

  • Mengunjungi pasien, memotivasi, mendoakan agar cepat sembuh dan menenangkan dan memotivasi pasien yang gelisah
  • Membimbing tata cara sholat ketika sakit serta menjawab pertanyaan dari pasien dan menjelaskan hal-hal yang berhubungan dengan masalah agama dan tata cara pelaksanaan ibadah.
  • Mentalqinkan pasien yang sakaratul maut (apabila keluarganya berhalangan) dan membantu pemulasaran jenazah.
  • Membacakan Al-qur’an apabila diminta keluarga pasien ataupun si pasiennya.
  • Meruqyah pasien yang kesurupan apabila diminta.
  • Mengisi kegiatan sholat berjamaah di jam kerja.
  • Membagikan pamflet kepada pasien yang berisi doa-doa yang ketika sakit.
  • Ceramah agama/mengundang penceramah sebulan sekali di lingkungan RSUD H. Badaruddin Tanjung.
  • Aktif dalam kegiatan hari besar Agama Islam maupun ibadah lainnya di lingkungan Rumah Sakit H. Badaruddin Kasim.

Adapun fungsi Rohaniawan Islam yaitu sebagai penyeimbang pengobatan medis di Rumah Sakit. Sebagai masyarakat yang agamis, rohaniawan berfungsi sebagai pengingat pasien bahwa yang Maha menyembuhkan penyakit hanyalah Allah SWT semata, sedangkan obat hanyalah perantara yang diturunkan Allah untuk penyembuhan. Berapa banyak pasien yang hanya bergantung kepada obat dan tidak sembuh setelah sekian lama karena lupa sang Maha Penyembuh.

4. TEKNIS PELAKSANAAN KEGIATAN ROHANIAWAN ISLAM

Sebelum kunjungan ke ruangan pasien, pada pukul 09.00 WITA rohis terlebih dahulu mengajak pasien rawat inap dan rawat jalan untuk berdoa bersama melalui pengeras suara. Ini berfungsi sebagai media doa bagi pasien yang akan pulang yang belum sempat dikunjungi.

Adapun teknis umum pelaksanaan dalam kunjungan rohaniawan kepada pasien yaitu:

  • Rohis datang dan mengucapkan salam
  • Pasien ditanya apakah muslim atau non muslim
  • Pasien ditanya riwayat penyakitnya
  • Apabila pembicaraan mulai berkembang dan pasien mulai menerima dan terbuka dengan kedatangan rohis, maka pasien ditanya tentang sholatnya dan apakah sudah bisa sholat ketika sakit serta tatacara wudhu dan tayammum.
  • Pasien diajarkan tatacara ibadah apabila situasi memungkinkan.
  • Pasien didoakan dan dimotivasi agar tetap semangat menjalani sakitnya dan bersabar.
  • Membagikan pamflet/ brosur doa-doa.
  • Rohis mohon diri sambil mengucapkan salam.

Apabila pasien yang didatangi sekarat atau dalam keadaan koma, maka yang dilakukan rohis adalah mengajak keluarga untuk berkumpul sambil membacakan surah-surah dalam Al-Qur’an dan salah satu keluarganya disuruh mentalqinkan pasien di telinga. Apabila keluarga pasien berhalangan maka rohislah yang ikut serta mentalqinkan pasien. Apabila pasien meninggal maka rohis tetap berusaha menenangkan keluarga pasien dan tetap menyarankan keluarga pasien untuk tetap membaca Al-Qur’an dan meridhai kepergian almarhum/ah.

5. KEGIATAN ROHIS DILUAR KUNJUNGAN PASIEN

Kegiatan yang dilakukan rohis diluar kunjungan pasien yaitu membantu pemulasaran jenazah dan mengisi sholat berjamaah baik sebagai imam maupun muadzin. Tim yang memimpin pemandian sudah ditentukan sebelumnya dan rohis memimpinkan pemandian jenazah jika diperlukan sampai penguburanya. Selain itu rohis juga ditunjuk untuk mengisi sholat berjamaah di Mushalla RSUD H. Badaruddin Tanjung selama jam kerja dan diluar jam kerja jika diperlukan.

6. JAM KERJA ROHIS

Jam kerja rohis yaitu dari jam 08.00 WITA sampai dengan jam 15.00 WITA. Diluar jam tersebut dianggap lembur. Rohis bersedia (standby) kapanpun apabila diperlukan dengan syarat tidak di luar kota dan tidak ada halangan.

7. KENDALA TEKNIS

Kendala yang dialami rohis dalam bertugas selama ini yaitu:

  1. Apabila pasien membludak maka kunjungan kurang optimal untuk seluruh pasien dan tenaga yang terbatas sehingga pasien yang sudah pernah dikunjungi tidak bisa dikunjungi setiap hari untuk memantau keadaannya.
  2. Keterbatasan pengetahuan rohis terhadap penyakit serta hal-hal yang berhubungan dengan anatomi tubuh.
  3. Pasien atau keluarga pasien yang tidak ramah dan tempramental.
  4. Pasien terlalu stress sehingga masukan apapun tidak lagi dihiraukan.

8. SERAGAM ROHIS

Untuk seragam kerja Rohis RSUD H. Badaruddin Tanjung yaitu:

  • Senin dan selasa: baju seragam Rohaniawan
  • Rabu : baju putih celana hitam
  • Kamis : baju batik/sasirangan
  • Jum’at dan sabtu: baju muslim / bebas sopan.

Nah sobat rohis, demikian tupoksi rohaniawan Islam yang ada di RSUD H. Badaruddin Kasim. Untuk Rohaniawan lainnya bisa menyesuaikan dengan isi dan konteks yang ada dilapangan.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Baca juga: Teks doa Acara Resmi Musyawarah Cabang IBI

Tentang Penulis

Khamsul khair

Terima kasih telah mengunjungi blog sederhana ini. Semoga berkah dan bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *